Puasa Dzulhijjah 2026: Sembilan Hari Sejak 18 Mei

Wahyu T. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
Puasa Dzulhijjah 2026: Sembilan Hari Sejak 18 Mei

Gambar atau konten salah?

Puasa sunah di bulan Dzulhijjah, yang dikenal juga sebagai puasa Dzulhijjah, merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Amalan ini dilaksanakan pada awal bulan Dzulhijjah, tepat sebelum perayaan Idul Adha.

Puasa ini berlangsung selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Namun, yang paling dianjurkan adalah puasa penuh selama sembilan hari pertama. Hari kesepuluh, yang merupakan hari Idul Adha, tidak dianjurkan berpuasa karena hari tersebut dikhususkan untuk ibadah haji.

Hikmah puasa Dzulhijjah dapat dikutip dari buku Cinta Shaum, Zaakat, dan Haji, yang merujuk pada hadis riwayat Tirmidzi:

مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَهْرٍ حَرَامٍ: الْخَمِيسَ وَالْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ، كَتَبَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ عِبَادَةَ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ” (HR At-Thabrani)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa berpuasa tiga hari di bulan haram, yaitu hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, akan memperoleh pahala setara dengan ibadah selama tujuh ratus tahun.

Selain itu, dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun, disebutkan bahwa Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan:

رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ أَشْرَفَةً، سَبْعَةَ أَيَّامٍ فِيْ بُرْبَرَةِ ذِهْلِحِجَةٍ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِيْ كُلِّ شَهْرٍ” (HR Abu Dawud)

Hanaidah bin Kholid meriwayatkan dari istrinya, yang memperoleh riwayat dari beberapa istri Rasulullah SAW, berkata: “Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharram), dan tiga hari di setiap bulan.” (HR Abu Dawud)

Para sahabat seperti Ibnu Umar, Hasan Bashri, Ibnu Sirin, dan Qatadah juga mempraktekkan puasa selama sembilan hari di awal Dzulhijjah. Pendapat mayoritas ulama menegaskan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut.

Puasa Dzulhijjah dapat dibagi menjadi tiga periode berdasarkan niatnya: 1‑7 Dzulhijjah, 8 Dzulhijjah (Tarwiyah), dan 9 Dzulhijjah (Arafah). Berikut niatnya, dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online:

  1. Niat Puasa 1‑7 Dzulhijjah
    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
    Arab Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ.
  2. Niat Puasa 8 Dzulhijjah (Tarwiyah)
    نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
    Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ.
  3. Niat Puasa 9 Dzulhijjah (Arafah)
    نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
    Arab Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ.

Waktu membaca niat puasa Dzulhijjah sama seperti puasa sunah pada umumnya: pada malam hari, mulai terbenam matahari hingga terbit fajar. Namun, karena puasa Dzulhijjah bersifat sunah, bagi yang lupa berniat di malam hari diperbolehkan berniat di siang hari.

Berikut jadwal puasa Dzulhijjah 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI. Penanggalan Hijriah memasuki 1 Dzulhijjah 1447 pada 01 Mei 2026. Umat Islam dapat melaksanakan puasa sunah tersebut mulai 18‑26 Mei 2026.

  • 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 25 Mei 2026
  • 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah: 26 Mei 2026

Hikmah puasa Dzulhijjah, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan dalam salah satu hadis Rasulullah:

مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَهْرٍ حَرَامٍ: الْخَمِيسَ وَالْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ، كَتَبَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ عِبَادَةَ سَبْعِمِائَةِ عَامٍ” (HR At-Thabrani)

Hadis tersebut menegaskan bahwa berpuasa tiga hari di bulan haram akan mendapatkan pahala setara dengan ibadah selama tujuh ratus tahun.

Apakah boleh puasa Dzulhijjah hanya satu hari? Menurut pandangan yang diambil dari akun Instagram Bimas Islam Kemenag, puasa Dzulhijjah satu hari sah dan diperbolehkan. Karena hukum puasa Dzulhijjah bersifat sunah, maka jika dikerjakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak mengapa. Namun, dianjurkan untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah sembilan hari penuh bila mampu.

Apakah boleh digabung dengan qadha Ramadhan? Menurut MUI Digital, puasa Ramadhan boleh dilaksanakan bersamaan dengan puasa Dzulhijjah. Jika seseorang melaksanakan puasa qadha Ramadhan pada hari-hari yang dianjurkan berpuasa, maka pahala puasa sunah tersebut tetap didapatkan. Fatwa tersebut didasarkan pada pandangan Imam Al-Barizi (wafat 738 H) dan dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi (wafat 1310 Hijriah):

الصَّوْمُ فِي الْأَيَّامِ الْمُتَأَكَّدِ صَوْمُهَا مُنْصَرِفٌ إِلَيهَا، بَلْ لَوْ نَوَى بِهِ غَيْرَهَا حَصَلَتْ إلخ: زَادَ فِي الْإِيْعَابِ وَمِنْ ثَمَّ أَفْتَى الْبَارِزِى بِأَنَّهُ لَوْ صَامَ فِيْهِ قَضَاءً أَوْ نَحْوَهُ حَصَلَا، نَوَاهُ مَعَهُ أَوْ لَا” (irb/hil)

Artinya: Berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan secara otomatis akan memperoleh keutamaan khusus pada hari-hari tersebut. Bahkan, jika seseorang berniat berpuasa dengan niat lainnya, pahala keduanya tetap bisa didapatkan.

Puasa Dzulhijjah, meski bersifat sunah, memiliki nilai spiritual yang tinggi. Melalui puasa ini, umat Islam dapat menutup diri dari riba, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat ikatan sosial. Sementara puasa 9 hari penuh dianggap paling utama, puasa satu hari tetap sah bagi yang tidak mampu. Kombinasi puasa Ramadhan dan Dzulhijjah juga diperbolehkan, menambah fleksibilitas bagi umat dalam menjalankan ibadah. Dengan memahami niat, jadwal, dan hikmah di balik puasa Dzulhijjah, umat dapat melaksanakan amalan ini dengan penuh kesadaran dan ketulusan.

Puasa Dzulhijjah9 HariNiatJadwal 2026MUIQadha RamadhanHadisPahala

Komentar

Memuat komentar...