Puasa Syawal 2026: Mulai 20 Maret, 1 Bulan Ibadah Serta
Gambar atau konten salah?
Ramadan telah berakhir, dan umat Islam kini memasuki bulan kesepuluh kalender Hijriah, Syawal. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menunaikan puasa enam hari di bulan ini, yang dikenal sebagai puasa Syawal.
Menurut Syaikh Muhammad Shalih al‑Munajjid, puasa Syawal disebut “penyempurna” puasa Ramadan. Ia mengibaratkannya dengan sholat sunnah yang memperbaiki kekurangan sholat wajib.
Dalam hadits, Nabi SAW bersabda: إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، وَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَةٍ ؛ قَالَ الرَّبُّ : انْظُرُوا ! هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّع ؟ فَيُكَمَّلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيضَةِ ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ (HR Abu Dawud no 864 dan Tirmidzi no 413). Artinya: “Sungguh amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka beruntung dan selamatlah dia. Namun, jika rusak, maka merugi dan celakalah dia. Jika dalam sholat wajibnya ada yang kurang, maka Rabb Yang Maha Suci lagi Maha Mulia berkata, ‘Lihatlah, apakah hamba‑Ku memiliki sholat sunnah.’ Maka sholat wajibnya disempurnakan oleh sholat sunnah tadi. Lalu dihisablah seluruh amalan wajibnya sebagaimana sebelumnya.”
Setiap orang pasti melakukan kesalahan saat menunaikan puasa Ramadan. Untuk menebusnya, puasa Syawal enam hari dapat dikerjakan. Pertanyaannya, kapan puasa Syawal 2026 bisa dimulai?
Menurut buku 10 Masalah Fiqih Puasa Syawal karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as‑Sidawi, ulama mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali berpendapat puasa Syawal afdhal dikerjakan langsung setelah Idul Fitri, yaitu mulai tanggal 2 Syawal 1447 H atau 22 Maret 2026. Imam an‑Nawawi menegaskan: “Afdhalnya, berpuasa enam hari berturut‑turut langsung setelah Idul Fitri. Namun, jika seseorang berpuasa Syawal tersebut dengan tidak berturut‑turut atau berpuasa di akhir‑akhir bulan, dia masih mendapatkan keutamaan puasa Syawal, berdasarkan konteks hadits ini. Yakni keumuman sabda Nabi SAW, ‘enam hari bulan Syawal’.”
Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada 20 Maret 2026. Berikut jadwal puasa Syawal bagi yang ingin berpuasa berturut‑turut menurut masing‑masing organisasi:
- Puasa Syawal ke‑1: 21 Maret 2026 / 2 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑2: 22 Maret 2026 / 3 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑3: 23 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑4: 24 Maret 2026 / 5 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑5: 25 Maret 2026 / 6 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑6: 26 Maret 2026 / 7 Syawal 1447 H
Jika mengikuti jadwal Muhammadiyah, maka:
- Puasa Syawal ke‑1: 20 Maret 2026 / 1 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑2: 21 Maret 2026 / 2 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑3: 22 Maret 2026 / 3 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑4: 23 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑5: 24 Maret 2026 / 5 Syawal 1447 H
- Puasa Syawal ke‑6: 25 Maret 2026 / 6 Syawal 1447 H
Puasa Syawal dapat dikerjakan pada pertengahan atau akhir Syawal. Beberapa ulama bahkan mengizinkan dikerjakan setelah Syawal berakhir. Pengerjaannya boleh bersambung atau terputus‑putus, sesuai dengan kemampuan masing‑masing.
Keutamaan puasa Syawal enam hari dijelaskan dalam hadits: بعد الفطر كان تمام السنة من جاء بالحسنة من صام ستَّةَ أَيَّا بـ فله عشر أمثالها (HR Ibnu Majah no 1402). Artinya: “Barang siapa yang puasa enam hari setelah Idul Fitri, maka baginya pahala puasa setahun penuh. Barang siapa yang melakukan satu kebaikan, baginya ganjaran sepuluh kali lipatnya.”
Menurut Imam an‑Nawawi, satu puasa digandakan sepuluh kali. Jadi, 30 hari puasa Ramadan setara dengan sepuluh bulan. Tambahkan puasa Syawal enam hari, yang juga digandakan sepuluh kali, maka menjadi dua bulan. Totalnya setara satu tahun penuh.
Tata cara puasa Syawal tidak berbeda dari ibadah lain. Mulai dengan sahur, menahan diri hingga matahari terbenam, lalu berbuka. Niat harus ada, meski tidak wajib diucapkan. Namun, beberapa ulama menganggap sunnah membaca niat. Berikut contoh niat menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Digital:
Arabic: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi Ta'ala
Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Atau menggunakan lafaz lain:
Arabic: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi Ta'ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Dengan demikian, jadwal dan niat puasa Syawal 2026 sudah jelas. Umat dapat menunaikan sunnah Nabi SAW sesuai kemampuan, baik secara berturut‑turut maupun terpisah‑pisah, sambil memperhatikan keutamaan dan pahala yang dijanjikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
