Puasa Syawal Bisa Dipadu dengan Senin‑Kamis, Hadits Tuntun
Gambar atau konten salah?
Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan setelah menunaikan puasa Ramadhan. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal pahala setara dengan puasa setahun penuh.
Puasa Senin dan Kamis juga termasuk amalan yang dianjurkan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa pada dua hari tersebut amal manusia diangkat dan pintu surga dibuka, sehingga ia ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa. Maka, apakah boleh menggabungkan puasa Syawal dengan Senin‑Kamis?
Para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang penggabungan dua niat ibadah sunah. Menurut Imam al‑Qaffal, sebagaimana dikutip Imam Jalaluddin as‑Suyuthi dalam kitab al‑Asybah wan Nadhair, dua niat sunah dalam satu ibadah tidak dianggap sah.
Namun, ada pula pendapat lain yang memperbolehkannya. Pendapat ini menganalogikan dengan beberapa ibadah lain yang dapat digabungkan, seperti mandi sunah Jumat dan Id, atau pelaksanaan khotbah sholat Id dan sholat gerhana dalam waktu yang bersamaan. “Dan, seyogyanya dapat disamakan juga, seseorang yang berniat puasa hari Arafah dan Senin misalnya, maka puasa tersebut sah,” kata Ustadz Hanif Rahman menukil as‑Suyuthi dalam kitab al‑Asybah wan Nadhair.
Ustadz Hanif Rahman mengutip pendapat Imam Bujairami yang menyebut penggabungan dua niat puasa sunah sah, baik diniatkan sekaligus maupun salah satunya saja. Bahkan, dalam kondisi tertentu, hal ini justru menambah nilai keutamaan ibadah tersebut. “Jika seseorang berniat puasa untuk keduanya sekaligus, maka pahala dari kedua puasa tersebut dapat diperoleh, sebagaimana sedekah kepada kerabat yang sekaligus menjadi bentuk sedekah dan silaturahmi,” lanjutnya.
Imam Ibnu Hajar al‑Haitami menegaskan bahwa niat menjadi faktor utama dalam menentukan pahala yang diperoleh. “Jika ia berniat untuk keduanya sekaligus, maka kedua ibadah itu dianggap telah dilaksanakan. Namun, jika ia hanya berniat salah satunya, maka tuntutan untuk yang lain gugur, tetapi ia tidak mendapatkan pahala,” jelasnya.
Menurut laman Kementerian Agama RI Kota Denpasar, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin‑Kamis diperbolehkan dalam Islam. Para ulama membolehkan dan menganggap sah pelaksanaan dua puasa sunah tersebut dalam satu waktu dengan satu niat.
Berikut contoh niat puasa Syawal dan puasa Senin‑Kamis:
• Niat puasa Syawal di malam hari: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
• Niat puasa Syawal di siang hari: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
• Niat puasa Senin: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
• Niat puasa Kamis: نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Syekh Muhammad Nawawi Al‑Bantani menegaskan: “Seseorang yang melaksanakan puasa sunah seperti Senin dan Kamis di bulan Syawal tetap berpeluang memperoleh keutamaan puasa Syawal.” Dan ia juga mengutip: “ومما يتكرر بتكرر السنة (ستة من شوال) وإن لم يعلم بها أو نفاها أو صامها عن نذر أو نفل آخر أو قضاء عن رمضان أو غيره. نعم لو صام شوالا قضاء عن رمضان وقصد تأخيرها عنه لم يحصل معه فيصومها من القعدة”.
Dengan demikian, menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin‑Kamis dianggap sah oleh sebagian ulama. Pahala dapat diperoleh jika niatnya mencakup kedua puasa sekaligus. Jika hanya satu niat, maka puasa lain tidak dihitung. Hal ini menekankan pentingnya niat dalam melaksanakan ibadah sunah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
