Puasa Tarwiyah 25 Mei 2026: Niat, Waktu, Keutamaan
Gambar atau konten salah?
Puasa Tarwiyah menjadi amalan sunah yang banyak dipertimbangkan oleh umat Islam menjelang 8 Dzulhijjah, yang jatuh pada 25 Mei 2026. Ibadah ini dianjurkan di awal bulan Dzulhijjah karena keutamaan yang besar dan dianggap sebagai hari-hari yang dicintai Allah SWT.
Untuk melaksanakan puasa ini dengan benar, seorang muslim perlu mengetahui bacaan niat serta waktu yang tepat untuk membacanya. Niat puasa Tarwiyah dapat dibaca baik pada malam hari maupun siang hari, tergantung pada kondisi dan kesempatan masing‑masing.
Berikut ini adalah bacaan niat lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya, yang dirangkum dari NU Online:
Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ.
Waktu membaca niat ini dimulai setelah matahari terbenam (Magrib) dan berakhir sebelum fajar. Dengan melafalkan niat sejak malam, muslim dapat lebih memantapkan tekad untuk menjalankan puasa Tarwiyah keesokan harinya.
Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ.
Walaupun dianjurkan berniat pada malam hari, puasa Tarwiyah tetap sah bila belum sempat membaca niat pada malam. Niat ini masih dapat dilafalkan pada siang hari, mulai setelah Subuh hingga sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan puasa Tarwiyah dijelaskan melalui beberapa hadis. Dalam riwayat yang dinukil dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa puasa pada hari Tarwiyah dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama satu tahun. Hadis riwayat Imam Tirmidzi menegaskan bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Satu hari berpuasa pada periode tersebut setara dengan puasa sunah selama satu tahun, sementara ibadah malamnya disamakan dengan keutamaan Lailatul Qadar.
Puasa Tarwiyah jatuh pada 25 Mei 2026 (Senin) dalam kalender Hijriah 1447. Penetapan ini berasal dari keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama dan dikonfirmasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai awal Dzulhijjah.
Amalan puasa pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan sangat besar. Menjalankan puasa Tarwiyah menjadi salah satu cara umat Islam mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang tinggi di bulan suci ini.
Dengan memahami bacaan niat dan waktu yang tepat, serta mengetahui keutamaan yang melekat pada puasa Tarwiyah, seorang muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesungguhan. Keutamaan yang dijanjikan dalam hadis memberi motivasi tambahan bagi mereka yang ingin menambah amal baik di awal bulan Dzulhijjah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
