Puasa Tarwiyah: Amalan Sunah Menghapus Dosa Setahun

Sari D. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Puasa Tarwiyah: Amalan Sunah Menghapus Dosa Setahun

Gambar atau konten salah?

Puasa Tarwiyah adalah amalan sunah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah sendiri dianggap sebagai bulan mulia, berisi keutamaan khusus, terutama pada 10 hari pertama. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk puasa Tarwiyah.

Keutamaan puasa ini sering dijelaskan oleh para ulama melalui hadis yang menekankan nilai besar amalan pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Berikut beberapa poin penting yang sering disebutkan:

1. Menghapus Dosa Selama Setahun

Hadis berikut menjelaskan bahwa puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa selama setahun:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya: Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun. (HR Abus Syekh Al‑Ishfahani dan Ibnun Najar)

Walaupun ada perdebatan mengenai kualitas riwayat ini karena adanya perawi yang dianggap bermasalah, ulama tetap menganjurkan puasa Tarwiyah berdasarkan dalil umum tentang keutamaan amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah.

2. Termasuk Amalan yang Dicintai Allah

Hadis riwayat Ibnu Abbas RA menegaskan bahwa hari-hari tersebut adalah waktu yang paling dicintai Allah untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya: Rasulullah SAW bersabda: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini. (HR At‑Tirmidzi)

Hadis ini menempatkan amal saleh pada awal Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah, dalam kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

3. Keutamaannya Disebut Melebihi Jihad

Imam Bukhari meriwayatkan hadits yang menunjukkan besarnya keutamaan amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah, bahkan lebih dicintai Allah dibanding jihad di jalan-Nya, kecuali jihad dengan pengorbanan yang sangat besar:

عن ابن عباس مرفوعا: "ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام" -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: "ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء

Artinya: Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadits marfu': Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzulhijjah. Kemudian para sahabat bertanya: Bukan pula jihad, ya Rasulullah? Rasul menjawab: Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tanpa membawa apa-apa lagi. (HR Bukhari)

Hadis ini menegaskan besarnya keutamaan amal saleh pada awal Dzulhijjah, sehingga para ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak ibadah di periode tersebut, termasuk puasa Tarwiyah.

4. Dianjurkan bagi yang Haji maupun Tidak Haji

Syekh M Nawawi Banten, dalam kitab Nihayatuz Zain, menyebut puasa pada hari-hari sebelum Arafah dianjurkan baik bagi yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang tidak berhaji:

والثامن صوم الثمانية أيام قبل يوم عرفة سواء في ذلك الحاج وغيره

Artinya: Puasa delapan hari sebelum hari Arafah dianjurkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji. (Syekh M Nawawi Banten, kitab Nihayatuz Zain, halaman 197)

Dengan demikian, puasa Tarwiyah tidak hanya menjadi kewajiban bagi haji, melainkan juga bagi yang tidak melaksanakan haji.

Niat Puasa Tarwiyah

Menjalankan niat dengan benar penting agar ibadah puasa Tarwiyah sah dan penuh makna. Niat dapat dibaca pada malam hari atau siang hari, tergantung kondisi. Berikut bacaan niat lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.

Niat Puasa Tarwiyah Dibaca Malam Hari

Seperti puasa sunah lainnya, niat puasa Tarwiyah dianjurkan dibaca pada malam hari, mulai dari matahari terbenam atau setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Dengan melafalkan niat sejak malam, muslim dapat memantapkan diri untuk menjalankan puasa keesokan harinya.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ.

Niat Puasa Tarwiyah Dibaca Siang Hari

Jika belum sempat membaca niat pada malam hari, puasa Tarwiyah tetap sah jika niat dibaca pada siang hari, mulai setelah Subuh hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Niat ini masih sah selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ.

Dengan membaca niat sesuai waktu yang dianjurkan, umat Islam dapat memastikan bahwa puasa Tarwiyah mereka sah dan penuh kesungguhan.

Puasa Tarwiyah, meski merupakan amalan sunah, memiliki keutamaan yang signifikan. Dari penghapusan dosa setahun hingga dianggap lebih dicintai Allah dibanding jihad, keistimewaan ini mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Baik bagi yang menunaikan haji maupun yang tidak, puasa ini menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual selama bulan suci. Dengan niat yang tepat, puasa Tarwiyah dapat menjadi sarana memperkuat hubungan dengan Allah, memperbaiki diri, dan meraih pahala yang besar.

Puasa TarwiyahDzulhijjahHaditsNiatHajiPenghapusan DosaAmalan Sunah

Komentar

Memuat komentar...