Purbaya Intervensi Obligasi, Target Kuatkan Rupiah Indonesia

Maya K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Purbaya Intervensi Obligasi, Target Kuatkan Rupiah Indonesia

Gambar atau konten salah?

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menyatakan bahwa pemerintah tetap akan menyalurkan dukungan agar nilai tukar rupiah dapat kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Sejak minggu lalu, ia sudah turun tangan di pasar obligasi melalui Bond Stabilization Fund (BSF).

Pada pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.658, menguat 61 poin atau 0,35 %. Penguatan ini menandai kondisi terparah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang sejarah.

Hari ini, Purbaya akan terjun lebih signifikan ke pasar obligasi dibandingkan minggu lalu. Ia menargetkan agar pasar obligasi dapat dikendalikan dan sekaligus memperkuat rupiah. “Kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini, Minggu lalu udah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali,” ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin 18 Mei 2026.

Dengan langkah tersebut, investor asing yang memegang surat utang tidak perlu menjualnya karena harganya turun. Hal ini dapat meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Jadi, asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu kita akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” tambahnya.

Purbaya menjelaskan bahwa sejak Rabu 13 Mei 2026, pihaknya sudah turun tangan membantu Bank Indonesia (BI) mengurangi tekanan nilai tukar rupiah lewat skema intervensi di pasar obligasi. Ia menegaskan kesiapan dana pemerintah. “Kita bisa akan mulai membantu besok (Rabu) mungkin,” kata Purbaya di kantor pusat Kemenkeu, Selasa 12 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa kas pemerintah masih berlimpah untuk membantu BI. “Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi,” ujarnya. “Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing nggak keluar, atau masuk malah kalau yield-nya membaik sehingga rupiah akan menguat. Kita akan masuk mulai besok,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasar obligasi dan menahan tekanan pada nilai tukar rupiah. Dengan intervensi yang lebih kuat, pemerintah berharap investor asing tetap bertahan, sehingga nilai tukar dapat kembali menguat secara bertahap.

Purbaya Yudhi SadewaBond Stabilization FundNilai tukar rupiahPasar obligasiIntervensi Bank IndonesiaYield obligasiInvestor asingStabilitas nilai tukar

Komentar

Memuat komentar...