Purbaya: Panda Bond China Perkuat Rupiah

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Purbaya: Panda Bond China Perkuat Rupiah

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa penerbitan Panda Bond di pasar China akan memperkuat nilai tukar Rupiah. Menurutnya, instrumen ini menjadi salah satu cara untuk menjaga stabilitas mata uang Indonesia.

"Rupiah akan cenderung menguat karena tekanan dari Dolar AS ini, jadi strategi ini memang dikembangkan dan maksimalkan instrumen yang ada untuk menjaga nilai tukar Rupiah. Ini juga BI yang melakukan ini saya hanya memanfaatkan saja," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis 23 Juli 2026.

Panda Bond juga berfungsi sebagai sumber pendanaan obligasi bagi Indonesia. Dengan adanya instrumen ini, Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Dolar Amerika Serikat. Purbaya menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari diversifikasi sumber pendanaan.

"Kan ini diversifikasi sumber pendanaan kita kan, kan sebelumnya kalo global hanya Dolar, kita diversifikasi ke Jepang, Australia, maupun China. China kan mata uangnya baru Renminbi yang daya belinya, emm pasarnya kuat sekali," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, China memiliki daya serap yang sangat kuat untuk obligasi bermata uang Rupiah. Ia menilai pasar obligasi di China masih sangat potensial.

"Jadi daya serap mereka masih kuat, dan untuk bagi kita bagus ketergantungan terhadap Dolar akan significantly berkurang," paparnya.

Pembelian Panda Bond bisa menggunakan fasilitas Local Currency Transaction (LCT). Investor dari China dapat membeli obligasi Rupiah dengan mata uang Yuan atau Renminbi. Uang tersebut kemudian akan dikonversi menjadi Rupiah di Indonesia melalui kerja sama antara bank sentral kedua negara.

Purbaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menambahkan bahwa hasil dari obligasi ini akan digunakan untuk menutup defisit anggaran.

"Saya akan pakai LCT, sehingga mereka bayar Yuan saya terima Rupiah di sini antar bank dengan central bank. Itu secara de facto, ini kan sekitar US$ 50 miliar, bilateral swap agreement ya, secara de facto seolah-olah reserve kita naik US$ 50 miliar," ujar Purbaya.

"Itu untuk nutup defisit sebagian," sambungnya.

Penerbitan Panda Bond ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Dengan menggunakan mekanisme LCT, transaksi dilakukan dalam mata uang lokal masing-masing negara, sehingga mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar. Langkah ini juga membuka akses pendanaan baru bagi Indonesia di pasar China yang memiliki likuiditas besar.

Panda BondRupiahStabilisasi Nilai TukarDiversifikasi PendanaanRenminbiObligasiCadangan Devisa

Komentar

Memuat komentar...