Purbaya Rilis Global Bond USD 2‑3 Mln, Stabilkan Rupiah

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Purbaya Rilis Global Bond USD 2‑3 Mln, Stabilkan Rupiah

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penerbitan global bond denominasi dolar Amerika Serikat, dengan target US$ 2 miliar hingga US$ 3 miliar. Langkah ini diambil untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Purbaya menegaskan bahwa ia telah turun tangan masuk pasar obligasi sejak pekan lalu. Penerbitan surat utang ini menambah pasokan dolar AS di pasar dalam negeri sekaligus memperkuat nilai tukar Rupiah.

“Yang global (bond) 2 sampai 3 miliar dolar. Itu tambahan supply dolar di pasar dalam negeri,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di APBN KiTA, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

Selama melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, Purbaya mengatakan ada dana masuk sekitar Rp 1,3 triliun ke pasar obligasi. “Rupiah gonjang ganjing pemerintah melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi kami sudah masuk Jumat Senin Selasa hari ini Rp 1,3 triliun masuk,” terang Purbaya.

Kondisi tersebut mendorong yield obligasi di pasar sekunder turun, sekaligus menarik investasi. Purbaya juga mengecek setiap dana yang masuk. “Jadi sudah bisa mengembalikan investor asing ke kita, mungkin nggak semuanya tapi yang jelas di tengah gonjang ganjing asing sudah masuk,” jelasnya.

Untuk menekan tekanan dolar, Purbaya meminta pemegang dolar segera menjualnya, karena ia optimistis Rupiah akan menguat. “Jadi kalau Anda pegang dolar sekarang, ya jual aja lah. Nanti gak untung loh,” tambah Purbaya.

Purbaya menjelaskan kelemahan Rupiah tak lepas dari faktor eksternal, terutama situasi geopolitik global. “Tekanan eksternal masih jadi tantangan sehingga perlu waspada ke dampak aktivitas ekonomi domestik ke depan. Yang jelas sudah menumbuhkan sentimen negatif ke nilai tukar kita. Jadi, Rupiah gonjang-ganjing pemerintah terpaksa melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi,” terang Purbaya.

Langkah ini menandai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar obligasi dan nilai tukar, meski tantangan eksternal masih berlanjut. Purbaya menegaskan bahwa intervensi ini bertujuan menyeimbangkan pasokan dolar domestik dan menekan volatilitas pasar keuangan.

obligasi globalRupiahUS$ 2-3 miliarpasokan dolarintervensi pasar obligasistabilitas nilai tukarsituasi geopolitik

Komentar

Memuat komentar...