Purbaya Suntik Rp70 Triliun ke Bank Himbara

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Purbaya Suntik Rp70 Triliun ke Bank Himbara

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana untuk mengalirkan dana segar sebesar Rp 70 triliun ke sektor perbankan. Dana ini berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan akan difokuskan pada bank-bank milik negara, atau yang biasa disebut Himbara. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Purbaya setelah ia menggelar pertemuan dengan para petinggi perbankan pada siang hari ini.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa para bankir sempat menyuarakan kekhawatiran mereka. Mereka ragu apakah dana SAL yang ditempatkan di bank bisa bertahan lama atau justru akan ditarik kembali oleh pemerintah. Kekhawatiran ini muncul karena penarikan dana secara tiba-tiba bisa mengganggu rencana penyaluran kredit ke masyarakat.

"Saya bilang ke mereka, saya akan perpanjang Rp 16 triliun sampai dengan Juli tahun depan. Supaya mereka leluasa menyalurkan kredit dan uang itu dan yang Rp 100 triliun sampai akhir tahun," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Purbaya kemudian merinci jadwal suntikan dana tersebut. Sebanyak Rp 40 triliun akan langsung masuk ke sistem perbankan pada hari ini. Lalu, tambahan Rp 30 triliun lagi akan menyusul pada pekan depan. Dengan tambahan ini, total uang pemerintah yang mengendap di bank-bank diperkirakan mencapai angka Rp 400 triliun.

"Saya juga bilang ke mereka, siang ini saya inject Rp 40 triliun tambahan. Minggu depan saya tambah lagi Rp 30 triliun. Jadi kira-kira total di sistem perbankan uang pemerintah hampir Rp 400 triliun, seperti yang saya janjikan dulu," jelasnya.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menambah likuiditas di perbankan. Dengan likuiditas yang melimpah, bank diharapkan bisa lebih leluasa menyalurkan kredit. Pada akhirnya, hal ini diharapkan bisa mendorong roda perekonomian nasional agar bergerak lebih cepat.

Sebagian besar dana SAL ini akan ditempatkan di tiga bank Himbara terbesar, yaitu BRI, BNI, dan Mandiri. Porsi untuk ketiga bank ini disebutkan masih sama seperti penempatan sebelumnya. Sementara itu, dua bank lainnya, BTN dan BSI, akan mendapatkan porsi yang lebih kecil.

"Share-nya sama seperti sebelumnya. Jadi 70 dalam seminggu ini. Yang tiga kayaknya, yang tiga besar sama share-nya. Nanti yang dua itu lebih kecil sedikit, BTN sama BSI," beber ia.

Kebijakan ini pada dasarnya adalah upaya pemerintah untuk memastikan bank-bank memiliki cukup uang tunai. Dengan begitu, bank tidak perlu khawatir kehabisan dana saat menyalurkan kredit ke berbagai sektor usaha. Langkah ini diambil di tengah upaya pemulihan ekonomi yang masih membutuhkan dorongan dari sektor perbankan.

Rp70 triliunSALlikuiditas perbankanHimbarakreditPurbaya Yudhi SadewaBRIBNIMandiri

Komentar

Memuat komentar...