Rababo Bolaang: Alat Musik Tradisional dengan Hiasan Burung
Gambar atau konten salah?
Rababo adalah alat musik tradisional yang berasal dari daerah Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara. Dari sekilas, ia menyerupai rebab, namun memiliki ciri khas sendiri. Alat ini biasanya dimainkan secara instrumental, dengan cara menggesek dawainya.
Struktur rababo cukup sederhana namun penuh makna. Bagian utama terbuat dari tempurung yang dilapisi kulit binatang. Di sisi lain, bambu sepanjang kurang lebih 45 cm berfungsi sebagai kerangka. Tali yang dijadikan senar dipasang pada bambu tersebut. Pada ujung bambu, terdapat hiasan kepala burung rangkong Sulawesi, menambah keindahan visual.
Untuk menghasilkan suara, pemain menggunakan rorarag, alat penggesek yang terbuat dari tali yang dikaitkan pada kedua ujung rotan. Bentuknya agak melengkung, sehingga ketika digesek, suara menjadi merdu. Sebelum dimainkan, rorarag biasanya digesekkan dengan sejenis damar agar nada lebih jelas.
Rababo tidak memiliki tangga nada. Karena itu, memainkannya memerlukan konsentrasi tinggi dan penguasaan dasar teknik. Saat bermain, pemain biasanya menyanyikan lagu-lagu tradisional, yang dikenal dengan sebutan odenon. Lagu-lagu ini menghidupkan suasana, menambah kedalaman musik.
Para penggemar budaya yang ingin melihat lebih dekat, dapat mengunjungi rumah budayawan Chairun Mokoginta di Kotamobagu. Di sana, mereka dapat menyaksikan proses pembuatan rababo secara langsung dan belajar cara memainkannya dari sang budayawan.
Rababo tetap menjadi bagian penting dari warisan musik daerah, menampilkan keunikan dan keindahan tradisi Bolaang Mongondow.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
