Rahmi Hidayati: Kebaya Jadi Pakaian Petualangan di Depok
Gambar atau konten salah?
Rahmi Hidayati, pendiri komunitas Perempuan Kebaya Indonesia, menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian formal. Ia menggambarkannya sebagai simbol identitas yang siap menemani petualangan di berbagai lanskap, bahkan yang paling menantang sekalipun.
Acara “Cerita Kebaya: Diskusi, Lokakarya Memakai Pakaian, dan Trunk Show” berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 di Rumah Grypuri, Komplek Perumahan Depok Indah, Depok, Jawa Barat. Dalam suasana santai, Rahmi menceritakan pengalaman luar biasa ketika mendaki gunung, paralayang, dan bersepeda menempuh jarak jauh, semua sambil anggun mengenakan kebaya dan kain tradisional.
Melalui inisiatif Kebaya Goes to School dan Goes to Campus, ia ingin mengedukasi generasi muda tentang kepraktisan memakai kebaya. “Semua bilang pakai kain itu ribet. Padahal kalau sudah tahu tekniknya, cuma butuh 2 sampai 3 menit saja, sudah sat‑set sat‑set selesai,” ujar Rahmi. Ia sendiri telah membuktikan hal itu melalui petualangannya di Gunung Agung, Gunung Gede, paralayang, dan bersepeda mengelilingi Danau Toba serta kaki Gunung Rinjani, semuanya dengan kebaya.
Rahmi juga bercita‑baca menempatkan kebaya di panggung global, bukan sekadar slogan. Saat berjalan‑jalan di jalanan New York dan Washington D.C., penduduk setempat sering menghampirinya, terpesona oleh penampilannya. “Di New York disamperin bule‑bule, ditanya ‘Where are you come from?’ Menurut mereka bajunya bagus banget. Kalau kainnya, mereka merasa pernah lihat tapi lupa di mana. Batik memang sudah mendunia,” kata Rahmi.
Ke manapun ia pergi—Tokyo, Singapura, Australia, hingga Nepal—Rahmi selalu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat untuk menggelar acara “kebaya‑kebayaan” yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada mata dunia.
Dengan kombinasi semangat petualang dan dedikasi budaya, Rahmi menunjukkan bahwa kebaya dapat menjadi pakaian praktis sekaligus simbol kebanggaan. Ia menegaskan bahwa kebaya bukan hanya untuk acara formal, melainkan bagian dari identitas yang dapat menembus batas geografis dan budaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
