RattleCam Temukan Sarang Ratusan Ular Derik di Colorado
Gambar atau konten salah?
Project RattleCam sedang meneliti sebuah sarang besar ular derik di Colorado, Amerika Serikat. Sarang tersebut dihuni oleh ratusan hingga mendekati dua ribu ekor ular dalam satu lokasi. Penemuan ini membuka perspektif baru mengenai perilaku sosial reptil, yang selama ini sering dianggap agresif dan hidup menyendiri.
Riset ini memanfaatkan sistem kamera bertenaga surya yang dipasang di area terpencil. Dengan cara ini, para peneliti dapat memantau aktivitas ular tanpa mengganggu habitat alami. Kamera ini merekam berbagai perilaku, mulai dari cara ular mengatur suhu tubuh, menghindari paparan sinar matahari, hingga menjaga kelembapan di dalam sarang.
Selain itu, peneliti juga dapat mengamati interaksi sosial antar ular, termasuk perilaku keibuan yang jarang terdokumentasi pada reptil. Pada musim semi hingga musim panas, sejumlah ular betina yang sedang mengandung diketahui tetap berada di sarang tersebut hingga melahirkan, sebuah fenomena yang tergolong langka dalam penelitian reptil.
Hasil rekaman disiarkan secara langsung melalui YouTube, memungkinkan publik berpartisipasi dalam proyek citizen science. Mereka dapat membantu mengenali pola sisik tiap individu ular, sekaligus memperluas data yang dikumpulkan.
Profesor Emily Taylor, ahli biologi dari California Polytechnic State University (Cal Poly) sekaligus pemimpin penelitian, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan mengumpulkan data ilmiah, tetapi juga mengubah persepsi publik terhadap ular derik yang selama ini kerap mendapat stigma negatif.
“Menurutnya, siaran langsung tersebut memungkinkan pengumpulan data dari ular liar tanpa intervensi, sehingga hasilnya lebih objektif.”
Ia menambahkan, “publik kini dapat menyaksikan langsung bagaimana ular derik berperilaku secara alami, sehingga membantu mengoreksi gambaran yang selama ini terbentuk dari tayangan yang menampilkan ular dalam kondisi tertekan atau defensif.”
Para peneliti menduga sarang besar ini terbentuk karena kondisi geologi yang mendukung, seperti adanya celah-celah batu yang ideal untuk berlindung, terutama saat musim dingin, sekaligus menjadi tempat berkumpul menjelang masa kawin.
Dengan data yang terus terkumpul, proyek ini memberikan gambaran lebih lengkap tentang kehidupan ular derik di alam liar. Penelitian ini menegaskan bahwa reptil, meski sering dianggap agresif, memiliki perilaku sosial dan keibuan yang kompleks, serta menantang persepsi negatif yang lama melekat pada spesies ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Taufik Sekap Pacar 1,5 Tahun, Akui Menyesal
Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Puluhan Ton Eceng Gondok Disikat dari Waduk Jangari Cianjur
Lima Jemaah Haji Tasikmalaya Meninggal di Tanah Suci
Bandung Terima 151 Mesin RDF Hibah, 50 Titik Bantuan TNI AD
DPRD Jabar: Jangan Korbankan Beasiswa Miskin Demi Sekolah Swasta
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
