Ratusan Bersihkan Masjid Agung Tasikmalaya, Fokus Ketinggian
Gambar atau konten salah?
Ratusan warga Tasikmalaya bersatu pada 12 April 2026 untuk membersihkan Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Masjid ini memiliki luas 7.700 meter persegi, termasuk menara dan kubah yang menjadi kebanggaan penduduk setempat.
Acara ini dinamakan Clean Up Masjid Agung Kota Tasikmalaya dan diprakarsai oleh Tasik Caving Community (TCC). Mereka mengajak puluhan komunitas lain untuk ikut serta. Tujuannya tidak hanya membersihkan, tetapi juga menyosialisasikan pentingnya keselamatan kerja di ketinggian kepada pengurus masjid.
Di bagian atas masjid, para pemanjat tebing, penelusur gua, dan profesional vertical rescue turun dengan tali. Keterampilan mereka menambah semarak aksi sosial tersebut. Sementara itu, ratusan orang lainnya menyisir area bawah, mulai dari pelataran, interior masjid, hingga taman. Semua area menjadi sasaran pembersihan.
Ketua Pelaksana Clean Up Vertical, Nisan Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman bahwa pekerjaan di ketinggian memerlukan standar keselamatan khusus agar dapat dilakukan dengan aman dan profesional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa pekerjaan di ketinggian memerlukan standar keselamatan khusus agar dapat dilakukan dengan aman dan profesional,” kata Nisan.
Menurut Nisan, sekitar 250 peserta dari berbagai komunitas di seluruh Kota Tasikmalaya berpartisipasi. Mereka membawa perlengkapan sendiri: sarung tangan, sapu, masker, bahkan kemoceng. Kesiapan ini menunjukkan kemandirian dan komitmen mereka terhadap kegiatan sosial.
Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH Muhammad Aminudin Bustomi, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai aksi ini tidak hanya meningkatkan kebersihan, tetapi juga kesadaran akan keselamatan kerja. “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Selain masjid menjadi bersih, kami juga mendapatkan edukasi yang sangat bermanfaat,” katanya.
Koordinator World Cleanup Day Tasikmalaya, Teguh Gusmatara, menilai kegiatan ini contoh nyata sinergi komunitas dalam menjaga lingkungan. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” kata Teguh.
Salah satu pendiri Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) Nasional, Eris Krismayanto, yang juga menjadi Safety Officer Clean Up Vertical, menegaskan pentingnya kampanye keselamatan kerja di ketinggian. Ia menjelaskan bahwa meskipun peralatan teknik vertikal berbeda dari perlengkapan panjat tebing atau standar pekerja ketinggian industri, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi positif. “Di sinilah kita bisa saling mendukung, saling mengenalkan, sekaligus berbagi pengetahuan. Edukasi tentang pentingnya keselamatan kerja di ketinggian harus terus digaungkan agar setiap aktivitas dapat dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab,” kata Eris.
Seluruh peserta bekerja bersama, menorehkan kebersihan di setiap sudut masjid. Dari kubah yang tinggi hingga toilet dan area taman, tidak ada tempat yang terlewat. Kegiatan ini menegaskan bahwa kerja sama lintas komunitas dapat membawa manfaat nyata bagi lingkungan ibadah.
Dengan hasil yang memuaskan, Masjid Agung Kota Tasikmalaya kini tampak lebih bersih dan terawat. Selain kebersihan, warga dan pengurus masjid juga mendapatkan pelajaran berharga tentang keselamatan kerja di ketinggian. Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana aksi sosial dapat menggabungkan kebersihan, edukasi, dan solidaritas komunitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
