Rebalancing MSCI: 6 Saham Dikeluarkan, Dampak Pasar

Rudi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 132 dibaca
Bisik.id
Rebalancing MSCI: 6 Saham Dikeluarkan, Dampak Pasar

Gambar atau konten salah?

Rebalancing MSCI resmi diumumkan dan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Dalam proses ini, 6 saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara 13 saham dipindahkan keluar dari MSCI Global Small Cap Index.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai keputusan ini menimbulkan sentimen negatif di pasar saham Indonesia. Ia mengatakan bahwa saham‑saham yang dihapus akan kehilangan daya tariknya di mata investor asing.

"Adapun pengumuman ini menjadi sentimen negatif bagi IHSG sebab saham‑saham yang dihapus ini kemungkinan besar akan kehilangan daya tarik di mata investor asing yang hanya berpatokan pada indeks MSCI," ujar Nafan dalam keterangannya, Rabu (13 Mei 2026).

Belum lagi, kondisi pelemahan rupiah yang sudah tembus di atas Rp 17.500 per dolar AS memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas moneter dan potensi outflow. Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan penjualan ritel domestik turut menambah tekanan negatif pada IHSG.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai wajar jika tidak ada saham Indonesia yang masuk ke indeks MSCI Global Standard. Ia menegaskan bahwa status Indonesia masih dalam tahap reformasi pasar modal dan pemenuhan syarat MSCI.

"Perihal rebalancing MSCI ini, karena status Indonesia masih dibekukan dan sedang dalam tahapan reformasi pasar modal dan pemenuhan syarat MSCI maka wajar apabila tidak ada yang masuk," sebut Herditya. Ia menilai rebalancing MSCI kali ini berpotensi memicu volatilitas di pasar saham domestik. Selain itu, aksi penyesuaian portofolio fund manager global juga dapat mendorong outflow dana asing.

"Kami perkirakan, hal tersebut akan menyebabkan adanya volatilitas harga dan outflow aliran dana ke depannya karena rebalancing dari para fund manager," tambah dia.

Karena itu, investor diminta lebih selektif dalam memilih saham di tengah kondisi pasar saat ini. Investor juga diminta mencermati emiten yang tidak terdampak langsung oleh MSCI maupun pergerakan nilai tukar rupiah.

Berikut daftar saham yang didepak dari MSCI Global Standard Index:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

MSCI juga merombak komposisi MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia. Terdapat 13 saham domestik yang dikeluarkan dan satu yang masuk ke dalam daftar, yaitu AMRT. Sebagai catatan, AMRT turun kasta dari sebelumnya MSCI Global Standard Index.

Berikut daftar saham yang didepak dari Small Cap Index:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Rebalancing MSCI dapat mempengaruhi sentimen pasar, menimbulkan potensi outflow, dan meningkatkan volatilitas. Investor perlu memperhatikan perubahan ini dan memilih saham yang tidak langsung terpengaruh oleh indeks atau fluktuasi nilai tukar rupiah.

Rebalancing MSCIIndeks MSCI Global StandardIndeks MSCI Global Small CapOutflow Dana AsingVolatilitas PasarRupiahReformasi Pasar Modal

Komentar

Memuat komentar...