Remaja Begadang, Merokok, & Stres: Risiko Jantung Sejak Muda

Nurul H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Remaja Begadang, Merokok, & Stres: Risiko Jantung Sejak Muda

Gambar atau konten salah?

Di kalangan remaja, begadang untuk memenuhi deadline, stres yang terus-menerus, dan kebiasaan merokok sering dianggap wajar. Banyak yang merasa masih sehat, sehingga tidak menyadari bahwa perilaku ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, bahkan bagi yang masih muda.

Dr. Aron Husink, spesialis jantung di Mayapada Hospital Tangerang, menjelaskan bahwa generasi muda sering terjebak dalam toxic productivity, suatu pola kerja yang secara diam-diam merusak kesehatan jantung. Kondisi ini berhubungan dengan penyakit jantung koroner, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak.

“Risiko semakin tinggi bila disertai hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga,” ujar dr. Aron dalam keterangan tertulis pada 29 Mei 2026.

Kurang tidur tidak hanya membuat kantuk. Menurut dr. Aron, tidur yang tidak cukup mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, gula darah, dan metabolisme lemak. Akibatnya, beban pada jantung dan pembuluh darah meningkat, memaksa detak jantung bekerja lebih keras.

Stres yang tidak dikelola juga memberi dampak serupa. Tubuh yang terus berada dalam mode waspada memaksa detak jantung dan tekanan darah naik, sehingga jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya.

Merokok memperparah kondisi ini. “Zat di dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Pada orang muda yang tampak sehat sekalipun, merokok membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan,” ungkap dr. Aron.

Gejala yang sering diabaikan bisa menjadi sinyal peringatan. Dr. Aron meminta remaja untuk waspada terhadap nyeri dada yang terasa ditekan, tertindih, atau panas yang menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, atau ulu hati. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Pusing
  • Rasa lemas yang ekstrem
  • Detak jantung berdebar tidak biasa

“Gejala-gejala itu sering disalahartikan sebagai masuk angin, asam lambung, kelelahan, atau efek stres, sehingga anak muda tidak langsung memeriksakan diri,” terangnya.

Pencegahan dimulai dari kebiasaan kecil. Dr. Aron menyarankan langkah bertahap: berhenti merokok, tidur cukup, mengelola stres, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga. “Tidak harus langsung olahraga berat. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, naik tangga, atau bersepeda ringan pun sudah membantu menjaga kesehatan jantung,” ujarnya.

Rutin melakukan pemeriksaan juga sangat dianjurkan sebagai deteksi dini. Pemeriksaan tersebut meliputi elektrokardiogram, tes darah, ekokardiografi, treadmill test, CT scan jantung, dan pemeriksaan lanjutan lainnya.

Mayapada Hospital menyediakan layanan jantung komprehensif melalui Cardiovascular Center. Layanan ini mencakup deteksi dini, diagnosis, bedah jantung, dan rehabilitasi. Center ini tersedia di Mayapada Hospital Kuningan (Jakarta Selatan), Tangerang, Bandung, dan Surabaya, didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis jantung berpengalaman.

Selain itu, hospital memiliki Chest Pain Unit untuk penanganan awal nyeri dada. Jika keluhan tidak berasal dari jantung, pasien dapat mendapatkan pemeriksaan awal gratis. Bila terbukti ada masalah jantung, penanganan lanjut dilakukan melalui Cardiac Emergency dengan dokter spesialis siaga 24 jam.

Untuk layanan darurat, pasien dapat menghubungi nomor 150990 atau menggunakan fitur emergency call di aplikasi MyCare. Informasi kesehatan lainnya tersedia di fitur Health Articles & Tips, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access. Fitur-fitur ini memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).

Perilaku sederhana, seperti menyesuaikan pola tidur, mengurangi stres, dan berhenti merokok, dapat menurunkan risiko serangan jantung pada usia muda. Dengan pemeriksaan rutin dan layanan medis yang terintegrasi, deteksi dini menjadi kunci dalam menjaga kesehatan jantung.

remajajantungmerokokstresgejala nyeri dadapemeriksaan jantungMayapada Hospital

Komentar

Memuat komentar...