Resiko Penularan Campak: Wanita Jakarta Hadiri Konser Saat Menderita

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Resiko Penularan Campak: Wanita Jakarta Hadiri Konser Saat Menderita

Gambar atau konten salah?

Seorang wanita di Jakarta mengunggah video di Threads menampilkan dirinya bersiap menonton konser. Ia menjelaskan bahwa tiga hari sebelum acara muncul ruam di tubuhnya dan ia menyebut kondisi dirinya "menular banget". Meski begitu, ia tetap pergi ke konser tersebut.

Setelah unggahan itu dihapus, beberapa pengguna media sosial berhasil menangkap layar postingan tersebut. Banyak netizen langsung menanggapi dengan kemarahan dan keprihatinan, takut akan penyebaran penyakit. Salah satu komentar di Threads mengungkapkan, "Ada yang sempat lihat threads ini? Waktu mau dibaca malah hilang. Emang bolehkah nonton konser offline dengan kondisi campak seperti ini?" Sementara komentar lain menegaskan, "Mana ada campak 3 hari sembuh ga pake masker pula, kalo ikutan sing along kebayang dropletnya terbang kemana2," dan masih banyak lagi.

Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI, Dr. Sukamto Koesnoe, SpPD K-A.I Finasim, menjelaskan bahwa pada periode tersebut, yakni tiga hari setelah muncul ruam, campak masih dapat menular ke orang terdekat. Ia mengatakan, "Ya, pada saat menonton konser ia sangat besar kemungkinan masih menularkan. Masa menular campak berlangsung kira-kira 4 hari sebelum ruam muncul sampai 4 hari sesudah ruam muncul," ketika dihubungi pada 03 Juni 2026.

Dr. Sukamto menambahkan, "Jadi bila ruam baru keluar H-3 sebelum konser, pada hari-H ia justru masih berada dalam puncak masa penularan. Bahkan periode paling infeksius adalah beberapa hari menjelang dan sesudah ruam timbul," sehingga risiko penularan sangat tinggi. Ia juga menegaskan bahwa virus campak dapat menyebar melalui percikan dan aerosol pernapasan saat batuk, bersin, bahkan berbicara, sehingga tidak memerlukan kontak fisik.

Konser tersebut dilaksanakan di ruangan tertutup. Menurut Dr. Sukamto, kondisi ini memperbesar risiko penularan. Ia menekankan, "Risikonya sangat tinggi. Campak adalah salah satu penyakit yang paling cepat menular yang kita kenal. Satu orang yang sakit bisa menulari sekitar 12-18 orang lain yang belum kebal," dan menambahkan, "Virus campak pun mampu bertahan melayang di udara hingga sekitar 2 jam setelah penderitanya meninggalkan ruangan," menjadikan area konser yang padat, ventilasi terbatas, dan berlangsung berjam-jam sebagai ruang penularan ideal.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya memahami periode penularan campak sebelum memutuskan untuk menghadiri acara publik. Meskipun seseorang mungkin tidak merasa sakit, potensi penyebaran tetap tinggi, terutama di lingkungan tertutup. Kesadaran akan fakta-fakta medis ini dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih aman dan bertanggung jawab.

campakpenularankonserThreadsPAPDImaskerventilasi

Komentar

Memuat komentar...