Rian Mahendra Kembali ke PO Haryanto
Gambar atau konten salah?
Rian Mahendra kembali duduk di kursi direktur operasional PO Haryanto. Ini bukan sekadar promosi biasa. Sebelumnya, ia sempat dipecat dari perusahaan otobus milik ayahnya sendiri, Haji Haryanto. Lalu, kenapa pintu kembali terbuka?
Haji Haryanto, pendiri sekaligus ayah Rian, punya alasan pribadi. Ia mengatakan sejak awal anak sulungnya itu memang disiapkan sebagai penerus. Bukan hanya itu. Menurutnya, Rian adalah sosok yang brilian dan pintar. "Ini sangat istimewa karena anak saya ini (Rian Mahendra) yang saya tunggu-tunggu untuk menjadi penerus. Karena dia itu pintar, pintar, cerdas," ujar Haji Haryanto saat ditemui di garasi bus PO Haryanto di Kudus, pada 02 Juni 2026.
Di garasi yang sama, Haji Haryanto juga bicara soal strategi. Ia menyebut putra pertamanya itu punya 'strategi perang' untuk memajukan perusahaan. Ia bahkan sudah menyiapkan sejumlah armada baru menyambut 'kepulangan' anaknya. "Dia memang itu, Rian pintar, strategi perang untuk perusahaan itu pintar. Ini sudah saya siapkan armada yang baru-baru. Dengan Mas Rian pulang saya semangat untuk Haryanto bangkit. Bagaimana kalau tidak bangkit karena masih ada tanggungan yang harus kita selesaikan ini," katanya.
Kepulangan Rian bukan cuma soal bisnis. Ada harapan seorang ayah yang ingin melihat anaknya kembali membangun perusahaan yang dirintis puluhan tahun. "Saya sudah senang Mas Rian pulang, anak rukun. Anak itu harta tidak ternilai harganya," tuturnya. Ia menambahkan, "Terkadang anak itu, kalau orang tua punya, itu yang punya anak, tapi kalau anak punya, orang tua jadi babu. Kebanyakan seperti itu. Kerja seperti ini buat siapa kalau tidak buat anak."
Rian Mahendra kembali sebagai direktur operasional. Ia tidak ditempatkan di bagian keuangan. Ada alasan khusus di balik itu. "Tugasnya itu mengatur lapangan, tidak pegang keuangan. Kalau Mas Rian pegang keuangan bahaya, hahaha, boros," kata Haryanto.
Kisah ini menunjukkan bahwa hubungan keluarga dan bisnis sering kali berjalan beriringan, kadang penuh liku. Rian, yang sempat tersingkir, kini kembali memegang peran kunci. Ayahnya percaya pada kemampuannya, meskipun dengan batasan yang jelas di bagian keuangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wuling Siap Naik Kelas, Bawa SUV Flagship ke Indonesia
STNK Ternyata Cuma Satu Lembar, Satunya TBPKP
NTT Larang Kendaraan Tunggak Pajak Beli BBM Subsidi
Toyota Bantah Innova Hycross Rusak Akibat Bahan Bakar E20
Strategi TVS Bertahan di Pasar Motor Indonesia
Generasi X Paling Jago Ganti Ban, Gen Z Paling Diragukan
Berita Terbaru
Rian Mahendra Kembali ke PO Haryanto
Wuling Siap Naik Kelas, Bawa SUV Flagship ke Indonesia
Belgia Hajar AS 4-1, De Ketelaere Bintang
Ronaldo: Euro 2016 Sama Berarti dengan Piala Dunia
iPhone Lipat Apple Hanya 10 Juta Unit
AC Portabel China Laris Manis di Eropa Saat Gelombang Panas
Pemerintah Lelang Sembilan Seri SUN, Target Dana Rp 32 Triliun
IHSG Menguat di Tengah Aksi Jual Asing