Ribuan Buruh Jawa Timur Tuntut Gaji dan Pajak di Hari Buruh
Gambar atau konten salah?
Di hari Jumat, 1 Mei 2026, ribuan buruh dari berbagai wilayah Jawa Timur berkumpul di Jalan Cokrobegoro, Sidoarjo, untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Mereka kemudian menempuh jalan menuju Surabaya, menandai langkah solidaritas yang melintasi kota.
Rally ini dipimpin oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama aliansi buruh lainnya. Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Kabupaten Sidoarjo, Agus Supriyanto, memperkirakan sekitar 1.000 orang berasal dari FSPMI sendiri. Jika digabungkan dengan peserta aliansi lain, totalnya dapat mencapai 3.000 orang.
“Ada dua kelompok tuntutan yang kami bawa dalam aksi May Day tahun ini, yaitu tuntutan nasional dan tuntutan lokal,” ujar Agus kepada detikJatim di Alun‑Alun Sidoarjo, Jumat, 1 Mei 2026.
Di tingkat nasional, buruh menuntut pemerintah pusat melakukan revisi kebijakan yang dianggap merugikan pekerja. Salah satunya adalah meminta Gubernur Jawa Timur merekomendasikan kepada Mahkamah Agung agar merevisi sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang dianggap bertentangan dengan undang‑undang dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Buruh juga menuntut perubahan kebijakan pajak penghasilan (PPh 21), khususnya mengusulkan agar batas penghasilan tidak kena pajak naik menjadi Rp 10 juta.
“Terkait PPh 21, kami mendorong agar pendapatan hingga Rp 10 juta tidak dikenakan pajak. Ini penting untuk menjaga daya beli buruh,” jelasnya.
Untuk tuntutan lokal, buruh menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah disepakati pada May Day 2025. Mereka menuntut percepatan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang jaminan pesangon. Selain itu, buruh mengusulkan kebijakan pembebasan pajak kendaraan bermotor roda dua dengan kapasitas mesin 150 cc ke bawah.
“Ada juga tuntutan lokal seperti segera disahkannya Perda Jaminan Pesangon serta pembebasan pajak kendaraan roda dua untuk buruh,” tambah Agus.
Aksi ini sekaligus menjadi bentuk penagihan janji politik yang tertuang dalam komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan serikat pekerja pada 1 Mei 2025. Meski melibatkan ribuan massa, buruh memastikan aksi akan berlangsung tertib dan damai sesuai dengan pemberitahuan resmi yang telah disampaikan kepada Polda Jawa Timur.
“Kami pastikan aksi berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Rally ini menegaskan bahwa para pekerja tetap menuntut hak dan kesejahteraan, sekaligus menegaskan komitmen mereka terhadap kebijakan yang telah dijanjikan. Dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai wilayah, aksi ini mencerminkan solidaritas buruh yang kuat di Jawa Timur, menyoroti pentingnya dialog antara pekerja dan pemerintah dalam mencapai solusi kebijakan yang adil dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
