Rinjani Buka Lagi, Jalur Sembalun Dipenuhi Kuota Penuh

Ningsih R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Rinjani Buka Lagi, Jalur Sembalun Dipenuhi Kuota Penuh

Gambar atau konten salah?

Para pendaki menunggu dengan antusiasme tinggi ketika jalur pendakian Gunung Rinjani resmi dibuka pada 01 April 2026. Pembukaan ini menandai kembalinya aktivitas pendakian ke gunung yang selama ini ditutup.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memulai perbaikan enam jalur pendakian pada 25 Maret 2026, sebelum kegiatan pendakian dibuka kembali. Perbaikan dimaksudkan untuk memastikan jalur aman dan layak bagi pendaki.

Ketua Kelompok Kerja World Class Mountaineering Balai TNGR, Budi Soesmardi, menjelaskan bahwa perbaikan dimulai ketika aktivitas pendakian masih ditutup. Ia menegaskan, “Sekarang kan pendakian masih close. Jadi kita perbaiki 6 jalur mulai hari ini,” kata Budi kepada detikBali.

Menurut Budi, enam jalur yang akan diperbaiki adalah jalur Torean, Senaru di Lombok Utara, Sembalun, Timbanuh, Tete Batu di Lombok Timur, serta jalur Aik Berik di Lombok Tengah. Proses perbaikan akan berlangsung hingga 31 Maret 2026. Ia menambahkan, “Seluruh jalur dicek apa ada kerusakan atau tidak sebelum mulai aktivitas pendakian pekan depan.”

Tim yang ditugaskan dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing bertugas di satu jalur. Setiap tim melakukan assessment terhadap kebutuhan perbaikan, termasuk pembersihan jalur dan perbaikan tapak pendakian.

Astekita Ardiaristo, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, menyebutkan bahwa setiap tim membawa cangkul, parang, dan peralatan lain. Ia menjelaskan alasan pembersihan, “Karena 3 bulan tidak ada aktivitas, mungkin ada tumbuhan yang menutupi jalur makanya dilakukan pembersihan.”

Budhy Kurniawan, Kepala Balai TNGR, mengungkapkan bahwa kuota pendakian periode 01 hingga 04 April 2026 sudah terjual habis. Semua slot yang dibuka melalui aplikasi E‑Rinjani terpantau berstatus quota exceeded. Ia menyoroti lonjakan pemesanan yang merata di setiap hari, dengan dominasi wisatawan domestik.

Untuk tanggal 01 April 2026, kuota sudah terisi penuh sebanyak 219 orang, terdiri dari 181 wisatawan nusantara dan 38 wisatawan mancanegara. Pada 02 April 2026, kuota mencapai 222 pendaki, dengan 189 WNI dan 33 WNA. Pada 03 April 2026, jumlahnya juga 222 orang, dengan rincian 195 WNI dan 27 WNA. Pada 04 April 2026, total pendaki tercatat 207 orang, dengan 189 wisatawan domestik dan 18 wisatawan asing.

Angka-angka ini menegaskan tingginya minat masyarakat untuk mendaki Rinjani, terutama setelah momentum libur panjang. “Jadi total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang full serta ramai peminat tetap jalur Sembalun,” kata Budhy.

Budhy mengimbau calon pendaki yang belum mendapatkan kuota agar merencanakan ulang jadwal pendakian dan melakukan pemesanan lebih awal untuk periode berikutnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan dan prosedur pendakian demi keselamatan serta menjaga ekosistem Gunung Rinjani.

Dengan perbaikan jalur yang telah selesai dan kuota yang terjual habis, para pendaki kini dapat menantikan pengalaman mendaki Gunung Rinjani yang aman dan teratur. Kegiatan ini menandai langkah penting dalam pengelolaan taman nasional, memastikan gunung tetap layak untuk dinikmati oleh generasi mendatang.

Gunung RinjaniJalur PendakianBalai Taman NasionalPerbaikan JalurKuota PendakianAplikasi E‑RinjaniWisatawan DomestikEkosistem

Komentar

Memuat komentar...