Rizki, 26, Berjuang Kanker Mata Stadium 3, Viral di TikTok

Tika M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Rizki, 26, Berjuang Kanker Mata Stadium 3, Viral di TikTok

Gambar atau konten salah?

Rizki Nurdiansyah, seorang pria berusia 26 tahun yang tinggal di Medan, Sumatera Utara, mengungkapkan perjuangannya melawan kanker mata melalui sebuah postingan di TikTok. Postingan tersebut menjadi viral karena kisahnya yang penuh detail tentang diagnosis, perawatan, dan dampak emosional yang dialami.

Rizki didiagnosis dengan kanker mata stadium 3 pada tahun 2022. Pada saat itu, ia mengalami pembesaran bola mata dan rasa sakit yang semakin parah. Ia harus menjalani serangkaian perawatan, mulai dari kemoterapi, operasi, hingga radiasi. “Kanker mata stadium 3 selama 4 tahun berjuang (tumor ganas belakang bola mata). Harus 6 kali kemoterapi, 3 obat, radiasi 36 kali full dosis, operasi 4 kali, biopsi 2 kali,” ia kutip dari akun TikToknya.

Gejala pertama yang dirasakannya adalah mata merah dan penglihatan samar. Ia juga merasakan nyeri yang membuatnya tidak bisa bekerja. “Gejala paling sakit itu nyeri pada bagian mata sehingga aku tidak bisa bekerja dan nyerinya selalu datang di waktu tidak terduga, bahkan bisa seharian,” ujarnya di konten lain.

Setelah diagnosis, Rizki menjalani operasi pengangkatan bola mata pada tahun 2024. Proses ini menjadi momen paling berat baginya. Ia harus menutup luka setelah operasi dan tidak boleh memakai bola mata palsu. “Karena namanya kanker dan harus diangkat, bola matanya dan dokternya ngomong nggak boleh pakai bola mata palsu dan harus di tutup,” jelasnya.

Rizki juga mengakui bahwa mengetahui kondisinya membuatnya mental down. Namun ia tetap bersikap sabar dan berusaha tetap semangat. “Sebenarnya saya nggak kuat kak tapi cuma saya sabar dan ikutin alur jalan sakit ini gimana sampai selesai walaupun mental down, tapi saya tetap semangat buat sembuh dan bisa bekerja kembali,” katanya.

Ia merasa beruntung mendapatkan dukungan dari keluarga, meskipun ia juga merasakan jarak dengan teman-teman setelah kondisi ini terungkap. Meskipun begitu, ia tetap bertekad untuk sembuh dan kembali bekerja.

Perjalanan Rizki menyoroti betapa beratnya menghadapi kanker mata, baik dari segi fisik maupun psikologis. Kisahnya mengingatkan kita akan pentingnya deteksi dini, dukungan keluarga, dan ketabahan pribadi dalam menghadapi penyakit serius.

kanker mataRizki NurdiansyahTikTokkemoterapiradiasioperasi pengangkatan bola matadeteksi dinidukungan keluarga

Komentar

Memuat komentar...