RPH Surabaya Buka Layanan Kurban Sapi 70 Ekornya Per Hari
Gambar atau konten salah?
Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya membuka layanan pemotongan hewan kurban dengan kapasitas maksimal 70 sapi per hari. Operasional ini akan berlangsung selama empat hari ke depan, dimulai pada Selasa (26 Mei 2026).
Dirut PT RPH Surabaya, Fajar Arifianto, mengungkapkan bahwa layanan ini hanya tersedia untuk kurban sapi, tidak untuk kambing. Ia menambahkan, “Kami melayani hanya untuk kurban sapi, kalau kambing tidak. Sampai saat ini sudah sekitar 170 yang mendaftar untuk kurban sapi, ini datanya juga masih berjalan sampai besok,” menjelaskan bahwa pendaftaran masih dapat dilakukan hingga hari berikutnya.
Proses pemotongan di RPH Surabaya dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada 14.00 WIB. Waktu ini disesuaikan agar penyembelihan dan penanganan daging dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
Hari pertama dan kedua biasanya menjadi periode paling padat, sementara hari ketiga dan keempat masih relatif longgar. Karena itu, pihak RPH tetap membuka kesempatan pendaftaran tambahan. “Biasanya hari pertama dan kedua yang 70 itu, yang hari ketiga, keempat sudah agak longgar. Makanya masih kita buka kesempatan sampai dengan besok,” ujarnya.
Pada hari pertama Idul Adha, DPC PDIP Surabaya menyembelih 14 ekor sapi di RPH. Selain menyalurkan kurban, PDIP juga menekankan pentingnya kurban yang bersih, sehat, dan tidak mencemari lingkungan. Sapi kurban yang dipotong berasal dari beberapa tokoh publik, antara lain Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dengan bobot sekitar 1,1 ton, Plh Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, serta anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya.
Plh Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, menegaskan bahwa kebiasaan membuang limbah kurban ke sungai atau saluran air harus ditinggalkan. Ia berkata, “Kalau dibiasakan mencuci daging di sungai atau limbahnya masuk gorong-gorong, itu bisa mengganggu lingkungan. Di RPH ini praktis, aman, higienis, dan tidak merepotkan panitia.”
Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menambahkan bahwa selain meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS, PDIP Surabaya berharapan kurban menjadi kesempatan berbagi pada hari raya Haji. Ia menyatakan, “Menurutnya, dalam keadaan ekonomi saat ini, tidak semua masyarakat dapat menikmati olahan daging. Maka, di momen Idul Adha 1447 Hijriah dapat berbagi rasa nikmat terhadap sesama.”
Ia juga menegaskan dukungan PDIP kepada masyarakat dalam menghadapi harga daging yang tinggi. “PDI sangat mengerti apa yang saat ini terjadi, maka kami support kepada masyarakat, menambal kesedihan dengan mahalnya daging. Idul Adha menjadi kesempatan kami dalam berbagi,” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPD PDIP Jatin Didik Prasetiyono mengungkapkan total kurban yang disalurkan PDIP Jatim tahun ini mencapai 468 ekor sapi ke berbagai daerah. Menurutnya, kurban bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat. Ia menegaskan, “Pesan Bu Mega sederhana, selalu hadir bersama rakyat. Ini bentuk kehadiran PDI Perjuangan bersama rakyat.”
Ketua PAC PDIP Semampir, Umar Sumadiyo, menceritakan pengalaman menunggu kabar pembagian daging. Ia mengatakan, “Anak-anak itu dari tadi telepon terus, ‘Pak jam berapa dagingnya datang?’. Mereka senang sekali karena setiap tahun kebagian. Kalau saya sebenarnya enggak terlalu suka makan daging karena darah tinggi. Tapi, nerimanya tetap senang sekali,” tutupnya.
RPH Surabaya terus menyiapkan fasilitas yang aman dan higienis bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kurban. Dengan kapasitas 70 sapi per hari dan pendaftaran yang masih terbuka, layanan ini menjadi solusi bagi warga yang ingin berkurban secara teratur dan teratur. Pihak RPH juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah kurban yang bersih dan tidak mencemari lingkungan, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi dalam suasana Idul Adha. Dengan dukungan berbagai tokoh dan partai politik, upaya penyediaan kurban ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga tradisi sekaligus memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
