RSUD Sekarwangi Miliki Cathlab Baru, Perawatan Jantung Lokal
Gambar atau konten salah?
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi di Kabupaten Sukabumi menorehkan tonggak baru dalam pelayanan kesehatan. Fasilitas medis pelat merah ini kini dilengkapi dengan Catheterization Laboratory (Cathlab) canggih, yang memungkinkan penanganan pasien penyakit jantung kronis secara lokal tanpa harus dirujuk ke luar kota.
Ruang baru ini resmi hadir setelah hibah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, memeriksa instalasi bersama jajaran direksi rumah sakit pada 23 April 2026. Ia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
"Alhamdulillah, saya menyaksikan langsung proses kedatangan hingga penempatan alat ke dalam ruangan Cathlab. Bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan ini menjadi kabar yang sangat baik bagi masyarakat. Secara resmi, RSUD Sekarwangi telah memiliki fasilitas penanganan jantung terpadu," ungkap Masykur Alawi kepada detikJabar, Senin (27/4/2026).
Menurut Alawi, pengadaan alat medis high‑end ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan taraf kesehatan warga. Ia menegaskan, “Sesuai dengan arahan dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati, kami terus berupaya keras mengoptimalkan seluruh potensi pelayanan kesehatan di wilayah Sukabumi. Faskes daerah harus bisa memberikan pelayanan maksimal.”
Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes, menilai kehadiran Cathlab sangat krusial. Ia menjelaskan bahwa alat ini menjadi solusi atas tingginya angka rujukan pasien kardiovaskular dari Sukabumi.
"Ini adalah wujud perjuangan kita bersama. Setiap bulannya, tren pasien dengan keluhan penyakit jantung di RSUD Sekarwangi ini terus meningkat. Karena keterbatasan alat, selama ini kebanyakan dari mereka terpaksa harus kami rujuk ke rumah sakit lain," beber dr. Asep.
Dengan fasilitas ini, dr. Asep memastikan penanganan tindakan medis tingkat lanjut dapat dilakukan secara mandiri di daerah. Ia menambahkan, “Insyaallah, kasus‑kasus penyakit jantung yang berat, seperti penanganan sumbatan‑sumbatan pada pembuluh darah jantung, ke depannya bisa langsung ditangani dan dilayani di RSUD Sekarwangi. Warga Sukabumi tidak perlu lagi dirujuk jauh,” terangnya.
Proses perizinan masih berlangsung. Masykur menargetkan fasilitas Cathlab dapat digunakan secara penuh dalam tiga bulan ke depan, seiring dengan penyelesaian legalitas. Dr. Asep menyebutkan bahwa sinkronisasi dengan layanan asuransi kesehatan nasional sudah dalam tahap akhir, dan kini pihaknya fokus pada izin keamanan instrumen.
"Untuk proses kredensialing dari BPJS Kesehatan, alhamdulillah sudah rampung. Saat ini yang sedang diproses adalah perizinan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Harapan kami, setelah semua izin operasional keluar, pasien‑pasien peserta BPJS bisa segera terlayani dengan optimal di sini," pungkas dr. Asep.
Dengan menambah kapasitas lokal, RSUD Sekarwangi berupaya mengurangi kebutuhan rujukan ke luar kota, mempercepat akses perawatan jantung, dan memperkuat sistem kesehatan daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
