Rumah Nganjuk Sorotan: Tugu Batas Dua Desa Menghiasi
Gambar atau konten salah?
Rumah warga Nganjuk menjadi sorotan karena di depan terasnya berdiri tugu batas dua desa, yaitu Desa Demangan dan Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom. Tugu itu tampak seperti memisahkan rumah menjadi dua wilayah, sehingga banyak orang terkejut dan mengunggah foto di media sosial.
Menurut Marriyanto, pemilik rumah berusia 69 tahun, tugu tersebut sudah ada sejak kecil. Ia dan keluarganya tinggal di rumah itu sejak 1989. “Sebenarnya rumah saya ini seluruhnya masuk wilayah Desa Demangan, tepatnya Dusun Bendo. Sejak dulu,” ujarnya ketika ditemui pada 28 Maret 2026.
Marriyanto menjelaskan bahwa batas antara Desa Demangan dan Sambirejo terletak di jalan kecil di sisi selatan rumah. Di selatan jalan, wilayahnya adalah Dusun Putatmalang, Desa Sambirejo. Sedangkan di utara jalan masuk wilayah Dusun Bendo, Desa Demangan. Ia menegaskan, “Rumah saya di utara jalan, jadi masuk Dusun Bendo Desa Demangan.”
Karena itu, Marriyanto yang tinggal bersama anak, menantu, dan seorang cucu sudah terdaftar sebagai penduduk Dusun Bendo, Desa Demangan. Ia tidak merasa ada masalah dengan keberadaan tugu tersebut. Bahkan, saat merenovasi rumah dua tahun lalu, ia sekaligus memperbaiki tugu dan mengecatnya dengan warna yang sama seperti rumahnya, yakni hijau muda. “Saya bikin lebih bagus dan enak dilihat,” tambahnya.
Perangkat Desa Demangan, Suparno, menambahkan alasan tugu berada di depan rumah. Ia menjelaskan bahwa tidak mungkin membangun tugu di tengah jalan. “Batas desa yang sebenarnya ada di jalan perempatan kecil di sebelah rumah. Kalau dibangun di situ jadi menutup jalan, makanya digeser sedikit letaknya,” jelas Suparno.
Keputusan penempatan tugu ini, meski tidak berada di tengah jalan, tetap diterima oleh warga. Rumah yang tampak terbelah menjadi dua wilayah justru menjadi simbol kebersamaan antara dua desa. Keberadaan tugu ini menjadi cerita unik yang menarik bagi penduduk setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
