Saham Besar Indonesia Turun karena Rebalancing Indeks
Gambar atau konten salah?
Pada pembukaan perdagangan pagi hari Senin, 18 Mei 2024, sejumlah saham besar mengalami penurunan. Penurunan ini terkait dengan penyesuaian indeks global MSCI dan FTSE Russell yang diumumkan pada hari Rabu, 13 Mei 2024.
Data RTI Business menunjukkan koreksi paling tajam terjadi pada saham konglomerat yang terkena rebalancing indeks. Contohnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas, turun hingga mencapai Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14,98 % dan menembus harga Rp 880 per saham.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, juga melemah hingga ARB 14,88 % dan turun ke Rp 3 660 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 13,53 % dan mencapai Rp 735 per saham.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengalami koreksi 6,25 % ke harga Rp 3 000 per saham. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 13,51 % dan turun ke Rp 3 200 per saham.
Kelima emiten tersebut disebutkan dalam pengumuman MSCI pada hari Rabu. Dua di antaranya, BREN dan DSSA, termasuk kategori high shareholding concentration (HSC). Pada hari yang sama, FTSE Russell juga mengumumkan penyesuaian serupa, dan BREN serta DSSA masih terdaftar sebagai konstituen indeks FTSE Russell.
Koreksi ini menandai dampak langsung dari penyesuaian indeks global terhadap saham-saham besar di Indonesia. Investor harus memperhatikan perubahan indeks untuk mengantisipasi pergerakan harga di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
