Salat Istisqa Bintan 26 Maret: Usaha Hadapi Kekeringan
Gambar atau konten salah?
Salat Istisqa diadakan di Bintan pada 26 Maret 2026 di halaman kantor Bupati. Pemerintah Kabupaten Bintan mengajak semua ASN dan masyarakat untuk berdoa menghadapi kekeringan yang telah berlangsung hampir satu bulan terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena memengaruhi ketersediaan air bersih di beberapa wilayah.
Bupati Roby Kurniawan menyatakan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya teknis dan strategi jangka panjang untuk mengatasi dampak kekeringan. Namun, ia menekankan bahwa doa tetap penting. “Banyak usaha dan langkah-langkah strategis yang sudah kita lakukan, termasuk beberapa upaya ke depan. Pelengkap semua ikhtiar itu, kita sempurnakan dengan Salat Istisqa, memohon kepada Allah agar menurunkan hujan dan mengakhiri kekeringan ini,” kata Roby pada 27 Maret 2026.
Roby menjelaskan bahwa kekeringan di Bintan disebabkan oleh perubahan cuaca selama dua bulan terakhir, yang menurunkan curah hujan. Dampak paling terasa terlihat ketika sumber air di 4 waduk di Bintan mulai menyusut drastis. Ia menambahkan, “Sebagai umat beriman, pihaknya meyakini bahwa turunnya hujan merupakan kehendak Tuhan. Jadi menurut hati kami, semua langkah dan upaya kita lakukan sesuai kapasitas kita sebagai makhluk, dan hasilnya kita berpasrah kepada Sang Khalik.”
Selain di tingkat kabupaten, Salat Istisqa juga direncanakan akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Bintan sebagai upaya bersama menghadapi musim kering. “Salat Istisqa juga akan digelar di kecamatan di Kabupaten Bintan,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, KH. Rustam Efendi mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istighfar dan taubat, serta memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan hujan. “Maka teruslah memohon ampunan kepada Allah. Apapun hajat yang kita harapkan agar diijabah, awali dengan penyerahan diri dan memohon pertolongan kepada-Nya,” ujarnya.
Upaya ini mencerminkan kombinasi tindakan praktis dan spiritual dalam menghadapi kondisi lingkungan yang menantang. Dengan melibatkan masyarakat luas, pemerintah berharap dapat menurunkan risiko kekurangan air dan menstabilkan pasokan bagi penduduk Bintan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
