Sapi Belgian Blue Jadi Kurban Unggulan Gubernur Jawa Timur

Yuli S. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Sapi Belgian Blue Jadi Kurban Unggulan Gubernur Jawa Timur

Gambar atau konten salah?

Di akhir musim Idul Adha, sapi Belgian Blue seringkali menjadi sorotan di media sosial. Tubuhnya yang lebih besar dan berotot dibandingkan sapi biasa membuat banyak orang penasaran. Bahkan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memilih jenis sapi ini sebagai hewan kurban.

Penampilan Belgian Blue yang tidak biasa menimbulkan pertanyaan: bagaimana ras ini bisa memiliki otot yang begitu padat? Sapi ini dikenal sebagai salah satu sapi pedaging premium karena kualitas dagingnya yang tinggi. Namun, masih banyak orang yang ingin tahu lebih jauh tentang keunggulan, kualitas daging, dan alasan mengapa Belgian Blue dianggap istimewa dibandingkan sapi kurban lainnya.

Menurut laman Lagantoise.com, Belgian Blue terkenal karena massa ototnya yang sangat besar atau sering disebut “double muscling”. Ras ini bahkan memiliki hasil karkas paling tinggi di antara ras pedaging lainnya, dengan persentase daging mencapai 80 %. Program persilangan juga dapat meningkatkan hasil karkas sekitar 5–7 % dibandingkan garis induknya.

Penelitian menunjukkan bahwa Belgian Blue memiliki gen yang menekan produksi myostatin, protein yang biasanya membatasi pertumbuhan otot setelah mencapai titik tertentu. Sapi murni membawa dua salinan gen ini, sehingga satu gen sering diturunkan ke keturunan, membantu meningkatkan bobot karkas.

Walaupun tubuhnya tampak tidak biasa, Belgian Blue tetap aman dikonsumsi selama dipelihara dan diperiksa sesuai standar kesehatan hewan. Namun, karena massa ototnya sangat besar, sapi ini memerlukan perawatan dan manajemen peternakan yang lebih khusus dibanding sapi biasa. Di beberapa negara, Belgian Blue memerlukan perhatian lebih dalam reproduksi karena ukuran anak sapi cukup besar.

Sejarah Belgian Blue bermula di Belgia bagian selatan pada awal tahun 1900-an, ketika sapi Durham Shorthorn diperkenalkan ke populasi lokal. Awalnya, ras ini dipakai sebagai sapi dwiguna untuk susu dan daging. Sekitar tahun 1950, peternak mulai fokus mengembangkan karakter otot besar pada Belgian Blue. Sejak 1960, teknik seleksi genetik modern digunakan untuk memperkuat karakter otot ganda yang kini menjadi ciri khas utama.

Di Indonesia, Belgian Blue masih tergolong sapi premium. Populasinya belum sebanyak sapi lokal lainnya. Menurut Kementerian Pertanian (Kementan) RI Direktorat Jenderal Peternakan, pengembangan Belgian Blue sudah dilakukan sejak 2017 melalui program transfer embrio dan inseminasi buatan. Kementan menyebut pengembangan ini bertujuan mendukung peningkatan produksi daging nasional karena sapi ini dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan hasil karkas tinggi.

Beberapa peternak di Indonesia mulai mengembangkan persilangan Belgian Blue dengan sapi lokal untuk menghasilkan daging yang lebih baik sekaligus tetap adaptif dengan iklim tropis. Popularitas Belgian Blue di Indonesia terus meningkat, terutama menjelang Idul Adha ketika masyarakat mencari sapi kurban berukuran jumbo.

Pemilihan Belgian Blue sebagai hewan kurban biasanya berkaitan dengan ukuran tubuh dan hasil daging yang besar. Semakin besar bobot sapi, semakin banyak daging yang bisa dibagikan. Selain itu, Belgian Blue dianggap memiliki tampilan yang lebih premium dan menarik perhatian karena postur tubuhnya yang besar dan berotot. Dalam konteks kurban pejabat atau tokoh publik, pemilihan sapi jenis ini juga sering menjadi simbol kesiapan memberikan hewan kurban dengan kualitas dan bobot terbaik.

Jika dibandingkan dengan sapi lokal yang umumnya memiliki bentuk tubuh lebih proporsional dengan distribusi lemak yang lebih banyak, Belgian Blue unggul dengan fokus utama pada produksi daging dalam jumlah besar. Belgian Blue memiliki massa otot lebih besar, tubuh lebih kekar, kadar lemak lebih rendah, dan hasil karkas lebih tinggi.

Ukuran tubuh Belgian Blue berkisar antara sedang hingga besar. Betina dewasa biasanya memiliki berat sekitar 780 kilogram dan tinggi sekitar 138 sentimeter. Jantan dewasa dapat mencapai berat sekitar 1.200 kilogram dan tinggi sekitar 155 sentimeter.

Daging Belgian Blue dikenal memiliki tekstur yang lebih empuk karena komposisi ototnya berbeda dibanding sapi pada umumnya. Daging tersusun dari serat otot, lemak, dan jaringan ikat. Semakin banyak massa otot yang terbentuk secara genetik, semakin sedikit ruang untuk jaringan ikat yang biasanya membuat tekstur daging menjadi lebih alot. Karakter ini dimiliki Belgian Blue, sehingga serat daging lebih halus dengan kandungan jaringan ikat lebih sedikit.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pertumbuhan otot pada Belgian Blue berkaitan dengan tingkat keempukan daging. Karena itu, selain terkenal memiliki hasil karkas tinggi, Belgian Blue juga dikenal menghasilkan daging dengan tekstur lebih lembut dibanding beberapa sapi pedaging lainnya.

Harga Belgian Blue masuk kelas sapi premium. Karena postur tubuh besar dan otot yang sangat dominan, harga jualnya cenderung jauh di atas sapi kurban biasa. Harga bisa tembus puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung kualitas dan ukuran sapi. Sapi Belgian Blue yang dipilih Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk kurban tahun ini disebut memiliki bobot lebih dari 1 ton.

Secara umum, harga Belgian Blue sangat bervariasi tergantung usia sapi, bobot tubuh, kualitas genetik, hingga apakah sapi merupakan hasil persilangan atau full blood.

Belgian Blue juga dikenal luas dalam program persilangan sapi pedaging karena dianggap mampu meningkatkan keuntungan peternakan. Menurut La Gantoise, beberapa keunggulan Belgian Blue dalam program persilangan antara lain:

  • Hasil karkas lebih tinggi
  • Pertumbuhan cepat
  • Konversi pakan yang baik
  • Kandungan protein daging tinggi
  • Tekstur daging lebih empuk karena serat otot halus
  • Produksi daging tanpa lemak lebih banyak

Selain itu, Belgian Blue memiliki temperamen yang cukup jinak sehingga relatif mudah dipelihara.

Belgian Blue bukan sekadar sapi bertubuh besar yang viral di media sosial. Jenis sapi ini memang dikenal memiliki kualitas daging tinggi dengan hasil karkas lebih banyak dibanding sapi biasa. Karena itu, tidak heran Belgian Blue mulai banyak dipilih sebagai hewan kurban premium, termasuk oleh Khofifah Indar Parawansa.

Keunggulan Belgian Blue terletak pada kombinasi genetika yang menghasilkan otot ganda, sehingga dagingnya lebih empuk dan memiliki kandungan lemak lebih rendah. Selain itu, ras ini juga unggul dalam konversi pakan dan pertumbuhan cepat, membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi peternak yang ingin meningkatkan produksi daging. Di Indonesia, upaya pengembangan Belgian Blue melalui transfer embrio dan inseminasi buatan menunjukkan potensi peningkatan produksi daging nasional, sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat yang mencari sapi kurban berukuran besar dan berkualitas tinggi.

Belgian BlueDaging PremiumKarkas TinggiGen Double MusclingKurban Idul Adha

Komentar

Memuat komentar...