Sapi Kurban Presiden Lari di Al Akbar, Terkendalikan
Gambar atau konten salah?
Di Masjid Al Akbar Surabaya, kehadiran sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto menimbulkan kegelisahan. Saat sapi berwarna putih itu turun dari truk menuju tenda showcase Idul Adha, ia tiba‑tiba berlari dan sulit dikendalikan, bahkan menyeruduk warga yang menonton.
Berat sapi mencapai 1.1 ton (1.100 Kg) dan tingginya 155,5 centimeter. Sapi ini berjenis peranakan ongole (PO) dan berusia enam tahun. Ia dibeli dari peternak Akhmad Ritaudin, asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Lamongan.
Warga yang berada di sekitar tenda menyaksikan sapi tersebut melintas cepat‑cepat, menimbulkan ketakutan. Beberapa orang berteriak, namun petugas kurban segera menegur dan menuntun sapi ke tempat yang aman.
Helmy Noor, humas Masjid Al Akbar Surabaya, menegaskan bahwa sapi sudah terkendali. “Kalau lepas tali tidak, artinya masih bisa dikendalikan oleh peternak mulai turun truk hingga showcase,” ujarnya. Ia menambahkan, “Tapi sapi memang sempat lari‑lari atraktif,” sambil menunjukkan ketegangan yang dialami.
Menurut Helmy, sapi kurban Presiden Prabowo dibeli langsung dari peternak Lamongan. “Dibeli dari peternak asal Lamongan,” ia sampaikan, menegaskan asal usul hewan tersebut.
Peternakan akan menyembelih sapi pada H+1 alias hari Kamis, 27 Mei 2026, bersama hewan kurban lainnya di Al Akbar. “Insyaallah disembelih hari Kamis, termasuk sapi kurban dari Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan Pak Sekdaprov Jatim, serta hewan kurban lainnya,” jelas Helmy.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat saat penanganan sapi kurban. Meskipun awalnya menakutkan, situasi berhasil dikendalikan berkat kesiapan petugas dan koordinasi yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
