Satgas Sidoarjo Fokus Penyelesaian Dampak Lumpur Lapindo
Gambar atau konten salah?
Satgas Percepatan Penyelesaian Dampak Lumpur Lapindo dibentuk oleh Pemkab Sidoarjo untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih tersisa sejak semburan lumpur Lapindo berlangsung hampir dua dekade. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa masalah ini harus segera mendapatkan titik terang.
“Kami ingin persoalan yang sudah berlangsung hampir 2 dekade ini segera menemukan titik terang. Karena itu Pemkab Sidoarjo membentuk Satgas khusus untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih tersisa,” kata Subandi kepada wartawan usai audensi dengan PPLS, Selasa, 02 Juni 2016.
Subandi menjelaskan bahwa Satgas akan diisi oleh unsur-unsur yang memiliki kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik agar kinerjanya efektif. Kepala Satgas akan berasal dari unsur Sekretariat Daerah. “Anggotanya tidak perlu banyak, tetapi harus efektif. Di dalamnya ada unsur pemerintah daerah, tim hukum, tiga camat wilayah terdampak, perwakilan BPLS, serta perwakilan korban atau pemilik lahan,” ujarnya.
Salah satu fokus utama Satgas adalah melakukan verifikasi dan pendataan ulang secara akurat. Hingga kini masih ditemukan perbedaan data terkait status pembayaran ganti rugi maupun status kepemilikan lahan. “Masih ada warga yang mengaku belum menerima pembayaran, sementara dalam data disebut sudah dibayar. Ada juga persoalan status lahan yang masih diperdebatkan. Ini yang harus kita benahi terlebih dahulu agar tidak ada lagi perbedaan data,” jelas Subandi.
Untuk itu, Satgas akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperoleh data lengkap terkait SKL maupun Rencana Induk kawasan terdampak. Seluruh data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyelesaian pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi.
Selain membentuk Satgas, Pemkab Sidoarjo juga berencana membuka posko layanan pengaduan di setiap kecamatan terdampak lumpur Lapindo. Posko tersebut akan menjadi tempat bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini belum terselesaikan. “Kami ingin masyarakat memiliki saluran resmi untuk menyampaikan pengaduan. Dengan begitu setiap persoalan bisa didata dan ditindaklanjuti dengan baik,” ungkapnya.
Subandi menegaskan bahwa prioritas utama Satgas adalah menyelesaikan hak-hak warga yang hingga kini belum mendapatkan kepastian. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan pada berbagai persoalan lain yang masih berkaitan dengan dampak semburan lumpur. “Yang paling penting sekarang adalah menyelesaikan hak warga yang belum terselesaikan. Ini menjadi kewajiban yang harus segera dituntaskan dan tidak boleh terus berlarut-larut,” tegasnya.
Menurut Subandi, penyelesaian tidak hanya menyasar warga pemilik rumah dan lahan, tetapi juga para pelaku usaha yang aktivitas ekonominya terhenti akibat terdampak lumpur Lapindo. Ia berharap keberadaan Satgas mampu mempercepat penyusunan data yang lengkap dan valid sehingga proses penyelesaian ganti rugi maupun pembebasan lahan dapat segera direalisasikan tanpa kembali terkendala perdebatan data. “Harapan kami, Satgas ini bisa bergerak cepat menyusun data yang akurat sehingga penyelesaian hak-hak masyarakat terdampak lumpur Lapindo dapat segera dilakukan,” pungkasnya.
Dengan pembentukan Satgas Percepatan Penyelesaian Dampak Lumpur Lapindo, Pemkab Sidoarjo berupaya menuntaskan hak-hak warga dan pelaku usaha yang terkena dampak semburan lumpur. Langkah ini diharapkan mempercepat proses kompensasi dan pembebasan lahan, sekaligus mengurangi ketidakpastian yang masih mengganggu masyarakat terdampak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Brasil Hadapi Norwegia di 16 Besar Piala Dunia 2026
Macet 3 Km di Batu Saat Libur Sekolah
Macet Parah di Karanglo, Libur Sekolah Picu Antrean Panjang
Penumpang Stasiun Malang Melonjak 11% saat Libur Sekolah
Rektor Unair Buka Suara Soal Gaji Dosen Non-PNS Rp16 Juta
Gunung Semeru Erupsi, Lontarkan Lava Pijar 1,5 Kilometer
Berita Terbaru
Gubernur Sumsel Sosialisasi Health Tourism di Yogya
Kantin Karyawan Mall, Surga Makan Murah Mulai Rp15 Ribu
Danantara Evaluasi Besar-Besaran PT Pos Indonesia
Aksi Bela Palestina Jilid 6 di Palembang, Wali Kota: Ini Soal Hati Nurani
Truk Mogok, 9 Km Antrean di Jalur Medan-Berastagi
Brasil Hadapi Norwegia di 16 Besar Piala Dunia 2026
Psikolog: Relaksasi Otot Redakan Stres dan Marah