SDN Nailan Sepi Murid, Dua Tahun Tak Terima Siswa Baru

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
SDN Nailan Sepi Murid, Dua Tahun Tak Terima Siswa Baru

Gambar atau konten salah?

Sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengalami situasi yang sulit. SD Negeri Nailan, yang berlokasi di Kecamatan Slahung, sudah dua tahun berturut-turut tidak menerima satu pun siswa baru. Akibatnya, kelas 1 dan kelas 2 di sekolah itu sekarang kosong tanpa murid.

Data dari sekolah menunjukkan total siswa yang tersisa hanya 13 anak. Rinciannya, kelas 6 memiliki tujuh siswa, kelas 5 hanya dua siswa, kelas 4 cuma satu siswa, dan kelas 3 tiga siswa. Sementara itu, kelas 2 dan kelas 1 tidak memiliki murid sama sekali.

Kepala Desa Nailan, Nurhadi, menjelaskan bahwa masalah ini bukan karena fasilitas sekolah yang buruk. Menurut dia, SDN Nailan justru berada di tengah-tengah banyak lembaga pendidikan lain yang lebih diminati warga. Sekolah-sekolah berbasis agama menjadi pilihan utama masyarakat.

"Kita ini sebenarnya terkepung sekolah-sekolah lain. Ada sekolah Gontor tingkat SD, ada MIN, kemudian di sebelah timur ada Ar Risalah. Warga di selatan banyak ke Gundik, yang utara ke Singkil. Jadi pilihan sekolah di sekitar sini memang banyak," kata Nurhadi pada Senin, 13 Juli 2026.

Nurhadi menambahkan, tren orang tua saat ini lebih memilih menyekolahkan anak ke lembaga yang menawarkan pendidikan agama yang lebih kuat. "Sekarang yang dicari masyarakat itu pendidikan dasar yang bagus dari sisi keagamaannya. Makanya rata-rata larinya ke MIN," ujarnya.

Pemerintah desa sebenarnya sudah berusaha menjaga agar SDN Nailan tetap berjalan. Salah satu upayanya adalah mengarahkan anak-anak dari playgroup dan TK untuk melanjutkan ke SDN Nailan. Namun, usaha itu belum membuahkan hasil.

"Kami sudah kumpulkan wali murid, kami tanya alasannya. Tapi jawabannya tetap sama, 'Pak, biar masuk MIN saja dulu'," ungkap Nurhadi.

Selain persaingan dengan sekolah lain, faktor jumlah kelahiran juga berpengaruh. Desa Nailan memiliki sekitar 1.400 penduduk, tetapi anak-anak yang memasuki usia SD sangat sedikit. "Kalau melihat data Posyandu, memang anak usia masuk SD sedikit sekali. Kalau tidak salah hanya sekitar enam atau tujuh anak," jelas Nurhadi.

Saat ini, di Desa Nailan terdapat delapan siswa taman kanak-kanak (TK). Sementara jumlah anak di playgroup tercatat sebanyak 13 siswa. Meskipun begitu, sebagian besar lulusan TK memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain di luar SDN Nailan.

Kondisi SDN Nailan mencerminkan tantangan yang dihadapi sekolah negeri di daerah yang dikelilingi banyak pilihan pendidikan alternatif. Meski fasilitas sekolah mungkin memadai, preferensi orang tua terhadap pendidikan agama menjadi faktor utama yang sulit diubah. Upaya pemerintah desa untuk mempertahankan sekolah ini masih terus berlanjut, namun hasilnya belum terlihat.

SDN NailanPonorogosepi peminatpendidikan agamapersaingan sekolahsiswa menurunsekolah negeri

Komentar

Memuat komentar...