Sekolah Rakyat Nganjuk 15% Selesai, Butuh Dorongan
Gambar atau konten salah?
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, menilai bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk masih sangat tertinggal dibandingkan daerah lain. Ia meninjau situasi pada 11 April 2026 dan menemukan bahwa hanya 15% dari proyek yang telah selesai.
“Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih ini, 15 persenan lah,” kata Dody saat ditemui di Surabaya pada 12 April 2026.
Reaksi Menteri terasa tegang karena target akhir pembangunan Sekolah Rakyat masih tinggal beberapa bulan. Ia membandingkan kemajuan di Nganjuk dengan daerah lain di Jawa Timur.
“Sampang kemarin sudah 30%, hampir 40% juga, hampir sama lah. Sampang luasnya lebih besar, 8 hektare,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa Sekolah Rakyat di Jombang masih tertinggal, namun kondisi lebih baik dibanding Nganjuk. “Overall bagus, yang agak tertinggal sedikit itu di Jombang. Tapi masih oke lah,” tambahnya.
Berbeda dengan Nganjuk, pembangunan di Surabaya mendapat pujian. Di atas lahan seluas 6,2 hektare milik Pemkot, progres mencapai 45%. “Bagus ya (progres di Surabaya). Kan saya minggu lalu sama minggu ini ya, ke Sekolah Rakyat ya. Yang saya lihat, sudah top. Jadi Sekolah Rakyat dikerjakan Waskita dan CAG bagus,” ucap Dody kepada wartawan di SR Kedung Cowek.
Menteri PU optimis proyek di Surabaya dapat selesai sesuai target pada Juni. Pembangunan di Nganjuk, Sampang, dan Jombang masih perlu dorongan lebih untuk mencapai standar yang diharapkan.
Secara keseluruhan, meski ada variasi progres antar daerah, pemerintah menegaskan komitmen untuk menyelesaikan Sekolah Rakyat di seluruh Jawa Timur tepat waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
