Sekte Ayam Pop Blok M: Dari PHK Jadi Usaha Populer Terkenal

Yuli S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Sekte Ayam Pop Blok M: Dari PHK Jadi Usaha Populer Terkenal

Gambar atau konten salah?

Di balik keramaian gerai ayam pop di Blok M Hub, tersembunyi kisah perjuangan seorang pasangan yang memulai usaha dari nol setelah kehilangan pekerjaan.

Denis Yudistira, pemilik Sekte Ayam Pop, mengakui pernah mengalami PHK sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia kuliner. Bersama istrinya, ia mencari peluang yang bisa dijalankan. Kesempatan itu datang ketika mereka menemukan kios kosong di kawasan Blok M Hub.

“Dalam setahun itu saya sempat kena PHK. Saya sama istri berusaha kira‑kira apa yang bisa menghasilkan,” ujar Denis. Setelah mendapatkan tempat, ia bergerak cepat menyiapkan bisnisnya. Mulai dari riset pasar, pengembangan konsep hingga pembangunan gerai dilakukan dalam waktu singkat.

“Ketika pertama kali buka pun kita belum tahu sebenarnya mau buka apa. Dalam tiga minggu akhirnya kita opening secara langsung,” katanya. Meskipun belum mengetahui menu apa yang akan dijual, keputusan membuka usaha tetap dijalankan.

Denis tidak hanya memikirkan bisnis jangka pendek. Ia sengaja memilih nama Sekte sebagai fondasi untuk pengembangan merek di masa depan. “Makanya saya kuatin nama Sekte‑nya. Jadi ke depannya bisa dipakai untuk Sekte A, Sekte B, Sekte C ketika branding‑nya sudah kuat,” jelasnya.

Selama dua minggu sebelum membuka gerai, Denis dan istrinya melakukan riset intensif. Mereka mencari racikan ayam pop yang sesuai dengan selera pengunjung Blok M. Riset tersebut tidak berhenti setelah gerai beroperasi. Selama bulan pertama, mereka terus meminta masukan pelanggan terkait rasa makanan.

“Lebih penting selera pelanggan dibandingkan selera kita berdua. Dalam satu bulan itu kita baru dapat resep yang benar‑benar cocok dengan masyarakat Blok M,” ujarnya. Dengan memahami selera pelanggan, mereka dapat menyesuaikan resep agar lebih nikmat.

Denis menyadari mayoritas pengunjung Blok M berasal dari kalangan anak muda. Karena itu, konsep Sekte Ayam Pop dibuat dengan tampilan yang menarik sekaligus mengenyangkan. Banyak pelanggan yang mencari makanan enak sekaligus konten untuk media sosial. Konsep tersebut kemudian diterapkan pada seluruh menu yang ditawarkan.

“Saya gabungkan, ceweknya bisa posting di media sosial tapi cowoknya tetap bisa makan kenyang karena makan nasi Padang,” kata Denis. Menurutnya, kombinasi estetika dan kenikmatan membuat gerai selalu ramai.

Awalnya Sekte Ayam Pop hanya menjual satu menu utama, yaitu ayam pop. Kini mereka juga menawarkan rendang, barendo, dan perkedel fusion yang terinspirasi dari koroke Jepang. Meski pilihan menu semakin banyak, ayam pop tetap menjadi favorit pelanggan. “Balik lagi, 90 persen pelanggan kita belinya ayam pop,” tutup Denis.

Harga satu porsinya dibanderol mulai Rp 37.000 untuk menu ayam pop hingga Rp 47.000 untuk paket menu Senior. Satu porsinya disajikan dengan nasi putih, lauk, sambal, dan daun singkong. Uniknya, daun singkongnya digoreng, sehingga memberikan tekstur yang berbeda.

Dengan strategi yang sederhana namun terfokus pada rasa dan pengalaman pelanggan, Sekte Ayam Pop berhasil menembus pasar di Blok M Hub. Kisah ini menegaskan bahwa ketekunan, riset pasar, dan kemampuan mendengarkan pelanggan dapat mengubah peluang menjadi bisnis yang sukses.

Sekte Ayam PopBlok M HubPHKriset pasarmenu ayam popmedia sosialusaha kuliner

Komentar

Memuat komentar...