Selat Hormuz Sidokare: Jalan Perum Tertutup, Mobil Lecet

Dewi M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Selat Hormuz Sidokare: Jalan Perum Tertutup, Mobil Lecet

Gambar atau konten salah?

Selat Hormuz Cabang Sidokare menjadi viral di media sosial setelah sebuah jalan alternatif di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, ditutup sepihak oleh seorang warga. Penutupan ini membuat tetangga harus memutar kendaraan karena akses depan rumah terhalang.

Video CCTV yang beredar menunjukkan warga terpaksa memundurkan mobilnya karena jalan tidak dapat dilalui. Beberapa rekaman menampilkan mobil yang harus menabrak jalan, bahkan ada yang harus merelakan mobilnya lecet demi melewati jalan tersebut.

Akun TikTok @Brilliant_Prayoga mengunggah rekaman CCTV yang menampilkan seorang pria lanjut usia—yang diduga salah satu warga perumahan—menutup jalan secara sepihak. Ia tampak mengaku bahwa jalan tersebut milik pribadi. Dalam video tersebut, ia menutup jalan dengan jemuran, kemudian dengan plang besi, sambil menjaga sendiri jalan depan rumahnya sambil membawa tongkat. “PenjagaanSelat Hormuz ✖Jalan Akses Perum ✔” tertera dalam keterangan video.

Video lain menunjukkan rekaman CCTV saat pria tersebut tampak menghalangi akses mobil yang lewat. Ada juga rekaman saat mobil nekat melewati “Selat Hormuz Sidokare” hingga mobilnya lecet. “Cara lain melewati selat hormuz cabang sidokareMobil lecet dikit gpp,” tulis video tersebut.

Istilah “Selat Hormuz Cabang Sidokare” muncul karena penutupan jalan ini disamakan dengan penutupan Selat Hormuz di Iran, yang dikenal sebagai jalur strategis dunia. Perbandingan ini membuat situasi di Sidoarjo menjadi topik hangat di kalangan pengguna media sosial.

Ketua RT 53 RW 16 Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi secara spontan saat seorang warga hendak melintas. “Saya selaku Ketua RT 53 membenarkan memang kejadian tersebut yang lagi viral. Kejadian itu spontan, jadi salah satu warga yang hendak keluar melewati portal tersebut mengalami kejadian itu lalu merekam,” ujar Rofik pada 06 April 2026.

Menurut Rofik, penutupan jalan bukan kali pertama terjadi. Ia mengungkapkan bahwa warga yang bersangkutan sering menutup akses jalan secara pribadi, sehingga mengganggu pengguna jalan lain. “Memang kejadian seperti itu sudah sering. Tapi waktu itu kondisinya terlalu penuh, jadi tidak bisa lewat, akhirnya terjadi percekcokan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa portal yang digunakan untuk menutup jalan bukanlah fasilitas resmi dari pengurus RT, melainkan dibuat secara pribadi oleh warga tersebut. “Kalau portal resmi dari RT itu ada, tapi ini penutup jalan pribadi, yang bikin sendiri,” tegasnya.

Rofik juga menyatakan belum mengetahui alasan warga tersebut kerap menutup jalan. Karena warga tersebut tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan, “Untuk tujuannya kami kurang paham, karena tidak pernah menyampaikan ke pengurus RT,” tambahnya.

Pengurus lingkungan dan warga telah melakukan mediasi. Rofik memastikan bahwa persoalan tersebut sudah ditangani dan diharapkan tidak terulang kembali. “Tadi malam sudah ada mediasi dengan lingkungan. Insyaallah sudah selesai dan besok direncanakan sudah clear,” pungkasnya pada 05 April 2026.

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antarwarga dalam mengelola akses jalan di lingkungan perumahan. Ketidaksepahaman tentang hak penggunaan jalan dapat menimbulkan konflik yang berujung pada kerusakan kendaraan dan ketidaknyamanan bagi semua pihak. Sementara mediasi berjalan, harapannya warga akan lebih sadar akan hak dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelancaran lalu lintas di perumahan mereka.

Selat Hormuz Cabang SidokarePerumahan Sidokare AsriPenutupan JalanCCTVTikTokRT 53 RW 16Mediasi

Komentar

Memuat komentar...