Maroko Akui Prancis Favorit, Tapi Incar Kemenangan
Gambar atau konten salah?
Boston — Pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, secara terbuka mengakui bahwa Prancis adalah tim yang paling diunggulkan untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia menegaskan bahwa timnya tetap membidik kemenangan. Namun, untuk bisa mewujudkannya, Maroko harus tampil dengan kesempurnaan yang luar biasa.
Maroko akan berhadapan dengan Prancis pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, dini hari WIB. Kedua tim datang ke laga ini dengan catatan tak terkalahkan dalam lima pertandingan sejak fase grup. Maroko mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Sementara itu, Prancis masih mempertahankan rekor sempurna dengan kemenangan di semua pertandingan.
Prancis jelas diunggulkan dalam laga ini. Selain dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk merebut gelar juara, Les Bleus juga memiliki kenangan manis saat bertemu Maroko. Empat tahun lalu, di semifinal Piala Dunia, Prancis mengalahkan Maroko dengan skor 2-0.
"Prancis memang favoritnya, tapi kami akan melakukan semua yang memungkinkan untuk memenangi pertandingan besok dan lolos ke semifinal," kata Ouahbi kepada Reuters.
Ia menambahkan bahwa tim Maroko saat ini sedang dalam proses perkembangan, sama seperti Prancis. Menurutnya, kunci utama adalah memainkan pertandingan tanpa penyesalan. Ouahbi juga menyoroti bahwa masih ada aspek yang perlu ditingkatkan untuk laga besok. "Kami harus tampil 2.000% dan tidak memikirkan apa yang sudah kami lakukan sampai sekarang itu tidak buruk," ujarnya.
Performa Maroko dalam dua edisi Piala Dunia terakhir memang patut diacungi jempol. Tim berjuluk Singa Atlas itu kini mengincar pencapaian bersejarah, yaitu lolos ke semifinal secara berturut-turut untuk pertama kalinya. Ouahbi menolak anggapan bahwa timnya hanya sekadar tim kejutan.
"Saya tidak suka perasaan 'kami sudah berprestasi sampai di sini dan sisanya hanyalah bonus'. Tidak, bonus sebenarnya adalah memenangkan Piala Dunia. Inilah bagaimana kami bisa sampai sejauh ini dan kami akan melangkah lebih jauh," tegas Ouahbi menjelang pertandingan Prancis versus Maroko.
Maroko dan Prancis sama-sama belum terkalahkan dalam lima laga sejak fase grup. Maroko mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang, sementara Prancis memenangkan seluruh pertandingan mereka. Pertemuan di perempatfinal ini menjadi ulangan dari semifinal Piala Dunia empat tahun lalu, di mana Prancis menang 2-0. Ouahbi menekankan bahwa timnya bukan lagi tim kejutan. Ia menolak anggapan bahwa pencapaian sejauh ini sudah cukup. Baginya, bonus sesungguhnya adalah memenangkan Piala Dunia, bukan sekadar lolos ke babak tertentu.
Maroko sendiri menunjukkan performa impresif dalam dua edisi Piala Dunia terakhir. Mereka mengincar semifinal secara berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ouahbi menegaskan bahwa timnya tidak boleh merasa puas. "Saya tidak suka perasaan 'kami sudah berprestasi sampai di sini dan sisanya hanyalah bonus'. Tidak, bonus sebenarnya adalah memenangkan Piala Dunia. Inilah bagaimana kami bisa sampai sejauh ini dan kami akan melangkah lebih jauh," tegasnya.
Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi Maroko. Mereka harus bermain dengan sangat sempurna jika ingin mengalahkan Prancis. Ouahbi menyebut kuncinya adalah memainkan pertandingan tanpa penyesalan. Ia juga menekankan bahwa timnya harus tampil 2.000% dan tidak boleh terpaku pada pencapaian sebelumnya. Performa Maroko di dua edisi Piala Dunia terakhir memang mengesankan, tetapi Ouahbi menegaskan bahwa timnya bukan lagi sekadar tim kejutan. Mereka memiliki ambisi yang lebih besar dari sekadar lolos ke babak tertentu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Deschamps Tak Khawatir Wasit Argentina Pimpin Prancis vs Maroko
Prancis vs Maroko: Dendam Lama di Perempatfinal Piala Dunia
Guimaraes Minta Dilepas ke Arsenal
EFA Perpanjang Kontrak Hossam Hassan Empat Tahun
Odegaard Akui Norwegia Underdog, Tapi Siap Kejutkan Inggris
Inter Resmi Datangkan Kiper Provedel dari Lazio
Berita Terbaru
Wanita Rapi Buang Air Besar di Depan Ruko, Terekam CCTV
Polda Bali Aktifkan 91 Command Center Kawal Pertemuan Internasional
Banyuwangi Miliki Pusat Penetasan 20.000 Telur Penyu
BMKG: Puncak Kemarau 2026 Juli-September
Perbaikan Jembatan Bodogol Dimulai Agustus, Warga Cari Jalur Alternatif
Maroko Akui Prancis Favorit, Tapi Incar Kemenangan
McLaren Andra ST Oleng, Tabrak Tiang Listrik
Masa Kontrak PPPK: Bisa Naik Golongan? Ini Jawabannya
50 Tahun Satelit Indonesia: Dari Palapa A1 ke NEO-1
Dosen Korban Doxing, SPK: Ini Intimidasi Terang-terangan
