Sepuluh Jemaah Haji Surabaya Meninggal, Sembilan di Saudi
Gambar atau konten salah?
Sepuluh jemaah haji Embarkasi Surabaya meninggal selama operasional pemberangkatan haji 2026. Sembilan di antaranya meninggal di Arab Saudi, sementara satu jemaah wafat di dalam kawasan embarkasi.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menyampaikan duka cita. Ia berkata, “Atas nama PPIH Embarkasi Surabaya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” kata Anam dalam keterangannya, 17 Mei 2026.
Hingga hari ke-27 operasional haji, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 36.413 jemaah dan petugas, setara dengan sekitar 83 persen dari total kuota pemberangkatan tahun ini, yaitu 44.080 orang.
“PPIH terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik layanan transportasi, akomodasi, kesehatan, maupun penerbangan agar seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, aman, dan tepat waktu. Kondisi kesehatan jemaah juga terus menjadi perhatian utama,” ungkap Anam.
Selain itu, PPIH mencatat masih ada 13 jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan. Sebanyak 10 di antaranya karena sakit, satu pendamping jemaah, dan dua lainnya masih menunggu proses keberangkatan lanjutan.
Daftar jemaah yang wafat di Arab Saudi:
- Kamariyah Dul Tayib (85), Kloter 8, Kabupaten Pasuruan.
- Abd Wachid (71), Kloter 7, Kabupaten Pasuruan.
- Fajar Puja Sasmita (53), Kloter 11, Kota Malang.
- Sibiatun Saji (72), Kloter 33, Kabupaten Lamongan.
- Mustika Rajim D (75), Kloter 47, Kabupaten Gresik.
- Suyono Reso (58), Kloter 62, Kabupaten Jombang.
- Dumaiyah Gopur (67), Kloter 6, Kabupaten Pasuruan.
- Asraf Sudam (65), Kloter 1, Kabupaten Probolinggo.
- Tarni Talikah Kastamun (66), Kloter 55, Kabupaten Sidoarjo.
Wafat di Embarkasi Surabaya:
- Tini Atmin (56), Kloter 43, Kabupaten Gresik, wafat akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.
Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya pengawasan kesehatan dan koordinasi yang kuat selama proses pemberangkatan haji. Kematian jemaah di kedua lokasi menimbulkan keprihatinan bagi pihak berwenang dan keluarga, sekaligus memaksa lembaga penyelenggara untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan layanan kesehatan bagi para haji.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
