Serangan Jantung Tampil Seperti Diare pada Pasien Diabetes
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, biasanya orang menganggap diare dan serangan jantung sebagai dua hal yang tidak saling berkaitan. Namun, ada satu kasus langka di mana serangan jantung menampakkan gejala di sistem pencernaan.
Kasus tersebut dialami oleh pasien dokter spesialis jantung dr Giovanno Rachmanda Maulana, SpJP, FIHA dari Siloam Heart Hospital. Dokter Gio menjelaskan bahwa kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor pendukung lain, yaitu diabetes.
Ia mengatakan, “Ada yang namanya saraf simpatis dan saraf parasimpatis, nah itu berpengaruh tuh. Ternyata dia sakit dada, semestinya dia sakit dada, tapi dia diabetes.”
Menurutnya, orang diabetes memiliki saraf yang tidak sensitif. “Orang diabetes itu persarafannya nggak sensitif. Bisa jadi dia sakit dadanya nggak terasa, cuman persarafan yang lain yang masih sensitif, terutama misal di daerah perut, di daerah usus yang di mana dia dipegang oleh simpatis parasimpatis tadi, yang sistem saraf otonom,” sambungnya.
Dr Gio menambahkan bahwa penyakit diabetes membuat saraf‑saraf di jantung yang seharusnya menerima sinyal sakit dari otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun otak tetap harus memberi tanda bahaya kepada tubuh.
Ia menjelaskan, “Menurut dr Gio, dalam kasus ini besar kemungkinan sinya tersebut diterima oleh sistem pencernaan. Setelah itu dia langsung bergejolak perut, ngasih tanda. Mau nggak mau dia ngasih tanda dong ke badannya. Masak dia sakit jantung terus diem aja.”
“Mungkin didesain sedemikian rupa sama yang Maha Kuasa, dia harus ada respons tubuh yang di mana kebetulan di saat itu mungkin diare,” ujarnya.
Kejadian langka ini, menurut dr Gio, kemungkinan terjadi pada orang-orang lanjut usia, sekitar umur 60 tahunan ke atas. Ia menegaskan bahwa keluhan tidak spesifik, hanya diare sedikit, mungkin kurang elektrolit. Namun diare yang lain bisa jadi pertanda lain, contohnya serangan jantung.
Kasus ini menyoroti pentingnya memperhatikan gejala yang tidak biasa, terutama pada pasien dengan diabetes. Gejala yang tampak tidak terkait bisa menjadi sinyal penting bagi kesehatan jantung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
