Siapa yang Dapat Berqurban? Kriteria Kemampuan Ekonomi

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Siapa yang Dapat Berqurban? Kriteria Kemampuan Ekonomi

Gambar atau konten salah?

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim mulai menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah qurban. Ibadah ini menjadi wujud ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus bentuk kepedulian kepada sesama.

Namun, banyak yang bertanya-tanya tentang siapa saja yang dianggap mampu untuk membayar udhiyah qurban. Tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama, sehingga penting memahami kriteria kemampuan berqurban menurut ajaran Islam.

Syarat Mampu Berkurban

Dalam ajaran Islam, qurban atau udhiyah sangat dianjurkan bagi yang mampu secara finansial. Tetapi tidak semua orang diwajibkan melakukannya. Kriteria utama adalah kecukupan harta yang dimiliki. Seseorang dianggap mampu apabila memiliki dana untuk membeli hewan qurban setelah kebutuhan pokok diri sendiri dan tanggungan terpenuhi.

Contohnya, seseorang mungkin memiliki uang senilai harga hewan qurban, misalnya sekitar Rp 3 juta untuk kambing. Namun, bila setelah berkurban kebutuhan pokok pada hari raya dan hari berikutnya tidak tercukupi, maka ia tidak termasuk golongan yang diwajibkan berkurban. Singkatnya, seseorang dianggap mampu berkurban apabila memiliki harta lebih dari nilai hewan kurban.

Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan hal ini: "Barangsiapa memiliki kelapangan rezeki, tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami." (HR. Ibnu Majah). Hadis tersebut menegaskan bahwa qurban hanya ditujukan kepada mereka yang memiliki rezeki berlebih. Bagi yang belum mampu, tidak membebankan kewajiban tersebut agar ibadah tetap dapat dijalankan sesuai kemampuan masing-masing.

Keutamaan Ibadah Qurban

Ibadah kurban merupakan amalan sunnah muakkadah, yakni ibadah yang sangat dianjurkan. Jika dikerjakan, amalan ini akan mendatangkan pahala dan berkah; bila tidak dilaksanakan, tidak menimbulkan dosa. Qurban menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah ini, umat Muslim diajarkan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Beberapa keutamaan ibadah qurban antara lain:

  • Menjadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT dan akan menjadi saksi di akhirat
  • Ladang pahala untuk menghapus dosa
  • Menumbuhkan rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama
  • Melatih sikap ikhlas, syukur, dan ketaatan dalam menjalankan perintah Allah SWT

Al-Qur’an menegaskan pentingnya qurban: "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2). Nabi Muhammad SAW juga bersabda: "Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada Hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban." (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu sebagai bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Demikian ulasan lengkap mengenai ketentuan membayar udhiyah qurban yang perlu Anda ketahui. Dengan memahami kriteria kemampuan, setiap individu dapat melaksanakan ibadah qurban dengan keikhlasan tanpa menimbulkan kesulitan ekonomi.

Secara keseluruhan, qurban tetap menjadi ibadah yang mengajarkan nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan kepatuhan terhadap perintah agama bagi yang mampu. Dengan memperhatikan kondisi ekonomi pribadi, umat Muslim dapat melaksanakan ibadah ini secara sadar dan penuh tanggung jawab.

qurbankriteria kemampuanudiyahpahalaketentuan ekonomiketaatanpengorbanankepadatan sosial

Komentar

Memuat komentar...