Sidang Isbat 1447 H: Penetapan 1 Dzulhijjah di Jakarta 17 Mei

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 136 dibaca
Bisik.id
Sidang Isbat 1447 H: Penetapan 1 Dzulhijjah di Jakarta 17 Mei

Gambar atau konten salah?

Sidang isbat adalah pertemuan penting yang diadakan setiap tahun oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama. Tujuannya adalah menentukan kapan bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah dimulai, sehingga umat Islam di Indonesia dapat mengetahui tanggal Hari Raya Idul Adha 2026. Proses ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pejabat pemerintah, organisasi masyarakat Islam, hingga para ahli astronomi.

Tradisi sidang isbat ini menggabungkan dua metode: hisab (perhitungan matematika) dan rukyat (pengamatan hilal). Sidang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, dan dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, ormas Islam, serta pakar astronomi dari berbagai lembaga dan universitas. Dengan begitu, keputusan yang diambil didasarkan pada data ilmiah sekaligus kepercayaan masyarakat.

Menurut pengumuman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H dijadwalkan pada Minggu, 17 Mei 2026. Hari tersebut juga merupakan tanggal 29 Zulkaidah 1447 Hijriah, sehingga sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang ini menjadi penentu awal pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia,” kata Bimas Islam dalam unggahan resminya.

Sidang isbat tidak dilakukan secara langsung dalam satu proses singkat. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum pemerintah mengumumkan hasil akhirnya kepada masyarakat. “Sidang isbat tidak dilakukan secara langsung dalam satu proses singkat. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum pemerintah mengumumkan hasil akhirnya kepada masyarakat,” jelas pejabat kementerian. Secara umum, sidang isbat terdiri dari tiga tahapan utama: seminar posisi hilal, verifikasi hasil rukyatul hilal, dan konferensi pers penetapan hasil sidang.

Dengan mengikuti prosedur ini, pemerintah memastikan bahwa tanggal Idul Adha ditetapkan secara akurat dan dapat diandalkan oleh seluruh umat Islam di Indonesia. Proses ini juga menunjukkan kerja sama antara lembaga pemerintah, komunitas keagamaan, dan ilmuwan, sehingga keputusan akhir memiliki dasar yang kuat dan dapat diterima secara luas.

Sidang IsbatDzulhijjah 1447Idul Adha 2026Kementerian AgamaMajelis Ulama IndonesiaAstronomiRukyatHisab

Komentar

Memuat komentar...