Simpan Daging Kurban: Cara Aman di Freezer Minus 18°

Dedi S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Simpan Daging Kurban: Cara Aman di Freezer Minus 18°

Gambar atau konten salah?

Setelah Idul Adha, freezer di banyak rumah menjadi penuh dengan daging kurban. Meski terlihat segar, cara penyimpanan yang salah dapat membuat kualitas daging menurun cepat. Tekstur menjadi kering, bau berubah, dan risiko kontaminasi bakteri meningkat.

Berapa lama daging kurban tetap aman disimpan di freezer? Dan apakah daging perlu dicuci sebelum dibekukan? Untuk menjawab, pakar gizi dan ahli teknologi pangan berbagi panduan lengkap tentang cara menyimpan daging kurban yang benar.

Menurut Lailatul Muniroh, pakar gizi dan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, daging yang hanya disimpan di kulkas atau chiller sebaiknya segera diolah dalam satu hingga dua hari. “Kalau mau lebih lama awet bisa disimpan di freezer. Jika daging kurban akan digunakan dalam satu atau dua hari, cukup simpan di chiller,” ujarnya.

Jika daging kurban disimpan di freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius, masa simpannya jauh lebih lama. “Daging kurban tahan 6-12 bulan di freezer bila suhu di bawah minus 18 derajat Celsius. Untuk daging yang sudah diolah atau dimasak, bisa bertahan dua hingga tiga bulan jika disimpan dalam freezer,” jelas Lailatul.

Meski suhu sangat dingin, daging tetap dapat mengalami perubahan kualitas. Lailatul menjelaskan bahwa risiko utama penyimpanan jangka panjang adalah oksidasi lemak, yang dapat mengubah rasa, aroma, dan tekstur. “Ini membantu mencegah daging jadi kering dan rusak teksturnya. Jika daging disimpan lebih lama dari batas aman, bisa berubah kualitasnya,” tambahnya. Menetapkan tanggal pada kemasan menjadi cara sederhana untuk memantau masa simpan.

Guru Besar Ilmu Teknologi Pangan IPB University, Prof. Eko Hari Purnomo, menegaskan bahwa suhu minus 18 derajat Celsius adalah kondisi ideal. “Semakin rendah suhu penyimpanan, maka laju kerusakan akan semakin lambat. Hal ini akan membantu produk mempertahankan mutunya, baik dari segi rasa, gizi, maupun keamanan mikrobiologis,” jelas Prof. Eko.

Namun, proses pembekuan yang tidak tepat dapat membentuk kristal es berukuran besar di dalam daging. Kristal tersebut merusak jaringan, sehingga banyak cairan keluar saat daging dicairkan. “Kristal es yang besar ini menyebabkan kehilangan air saat proses pelelehan atau thawing. Akibatnya, daging menjadi kering atau kurang juicy saat dimasak,” lanjut Prof. Eko.

Berikut beberapa cara praktis agar daging kurban tetap terjaga kualitasnya di freezer:

  • Pakailah kemasan kecil sesuai kebutuhan memasak. Ini mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kelembapan.
  • Gunakan wadah atau plastik kedap udara agar daging tidak terkena udara luar yang dapat mempercepat freezer burn.
  • Jika memungkinkan, simpan daging dalam kantong kecil sekali pakai untuk setiap kali thawing dan memasak.

Proses pembekuan ulang daging yang sudah dicairkan sangat tidak dianjurkan. “Hindari membekukan ulang daging yang sudah dicairkan karena mutunya akan sangat menurun. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan kemasan sekali pakai untuk setiap kali thawing dan memasak,” kata Prof. Eko. Selain menurunkan tekstur, pembekuan ulang meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme jika pencairan tidak dilakukan dengan benar.

Beberapa orang masih mencuci daging kurban sebelum dimasukkan ke freezer, mengira itu lebih bersih. Lailatul menegaskan sebaliknya. “Jika daging akan digunakan, tinggal ambil sesuai kebutuhan, lalu dicuci sebelum diolah. Jika kita cuci daging lalu simpan di freezer, daging akan lembap dan menjadi media tumbuhnya mikroorganisme seperti bakteri,” ujarnya. Oleh karena itu, daging kurban sebaiknya dimasukkan ke freezer dalam kondisi kering.

Berikut tanda-tanda daging kurban sudah tidak layak disimpan:

  • Aroma berubah menyengat
  • Warna daging berubah kusam atau kehijauan
  • Tekstur terlalu lembek atau berlendir
  • Muncul freezer burn berlebihan
  • Rasa berubah saat dimasak

Jika daging sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan dikonsumsi karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti keracunan makanan atau infeksi akibat bakteri yang berkembang selama proses penyimpanan. Irb/hil

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.jatimprov.go.id.

Dengan memahami suhu ideal, proses pembekuan, dan cara penyimpanan yang tepat, pemilik daging kurban dapat memaksimalkan umur simpan dan menjaga kualitas daging. Penyimpanan di freezer minus 18 derajat Celsius, penggunaan kemasan kedap udara, serta menghindari pencucian sebelum pembekuan menjadi kunci utama. Selain itu, menandai tanggal pembekuan membantu memantau masa simpan, sementara menghindari pembekuan ulang menjaga mutu dan keamanan daging. Dengan langkah-langkah sederhana ini, daging kurban dapat tetap segar dan aman dikonsumsi selama berbulan-bulan.

Daging kurbanfreezerminus 18 derajat Celsiuspembekuan ulangkemasan kedap udarakontaminasi bakterifreezer burnsuhu ideal

Komentar

Memuat komentar...