Simpanan Masyarakat di Bank Tumbuh Positif
Gambar atau konten salah?
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa jumlah uang yang disimpan masyarakat di bank terus bertambah. Pertumbuhan ini terjadi di semua kategori simpanan, mulai dari yang nilainya kurang dari Rp 100 juta hingga yang mencapai Rp 5 miliar atau lebih.
"Semua masih tumbuh ya. Baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp 100 juta maupun sampai dengan di atas Rp 5 miliar, semuanya tumbuh dan bergerak gitu ya," kata Anggito di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Anggito, kondisi ini menjadi tanda nyata bahwa daya beli masyarakat perlahan membaik. Orang-orang kini bisa kembali menyisihkan uang untuk ditabung. Hal ini juga menunjukkan bahwa warga Indonesia tidak lagi bergantung pada tabungan untuk sekadar bertahan hidup.
"Jadi itu menunjukkan bahwa sebetulnya sirkulasi dana itu yang masuk ke bank itu mendukung kegiatan ekonomi yang sektor riil khususnya ya," jelasnya.
Sebelumnya, LPS melaporkan bahwa simpanan masyarakat di bawah Rp 100 juta tumbuh 4,95% secara tahunan hingga Mei 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2025 yang mencatat pertumbuhan 3,43%.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan & Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengatakan bahwa dari data tersebut tidak terlihat adanya fenomena masyarakat yang terpaksa menggunakan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Jadi tadi dikatakan fenomena makan tabungan itu, kalau melihat angka-angka ini, tidak demikian karena kita melihat bahwa yang simpanan sampai dengan Rp 100 juta ini masih tumbuh positif, bahkan pertumbuhannya lebih baik daripada posisi akhir 2025," ujar Doddy dalam konferensi pers virtual pada Kamis, 25 Juni 2026.
Data LPS juga menunjukkan bahwa kinerja industri perbankan nasional tetap terjaga dan tumbuh. Pada Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 13,47% secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh seluruh kelompok simpanan.
Simpanan masyarakat di atas Rp 5 miliar juga masih tumbuh dua digit. Kelompok ini mencatat pertumbuhan hingga 21,45% sampai Mei 2026. Meski begitu, angka ini sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 22,76% pada akhir Desember 2025.
"Jadi intinya semua kelompok simpanan di semua rentang mulai dari yang di bawah Rp 100 juta, di antara Rp 100 juta sampai dengan Rp 1 miliar, Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar, Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar dan di atas Rp 5 miliar semuanya tumbuhnya positif," beber Doddy.
Pertumbuhan simpanan di semua kategori ini menjadi indikator bahwa perekonomian mulai bergerak. Masyarakat tidak hanya membelanjakan uang, tetapi juga kembali menabung. Ini berbeda dengan situasi saat krisis di mana tabungan justru terkuras untuk kebutuhan pokok. Data LPS memperkuat gambaran bahwa sektor perbankan masih menjadi tempat penyimpanan dana yang dipercaya, dan aliran uang yang masuk ke bank turut mendorong aktivitas ekonomi di sektor riil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Danantara Suntik Modal Awal PFII
PFII Tawarkan Insentif Pajak 50 Tahun untuk Tarik Investor
Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 per Gram Hari Ini
BPKH Gelar GoSahl Roadshow 2025 di Empat Kota
Menkeu akan Temui Pejabat BI Usai Perry Warjiyo Mundur
Mendagri: Obligasi Daerah Itu Utang, Hitung Kemampuan Fiskal