Singapura Catat Dua Kasus Mpox Lokal Pertama

Iwan D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Singapura Catat Dua Kasus Mpox Lokal Pertama

Gambar atau konten salah?

Singapura mengumumkan dua kasus mpox yang menandai penularan lokal pertama di negara ini. Laporan resmi Badan Penyakit Menular Singapura (CDA) disampaikan pada 02 April 2026.

Kasus pertama melibatkan seorang pria berusia 30 tahun, sedangkan yang kedua berusia 34 tahun. Keduanya terinfeksi varian clade 1b, yang dikenal lebih agresif dibandingkan varian clade 2. Menurut CDA, kedua pria ini diduga menular melalui kontak seksual.

“Karena mpox sebagian besar ditularkan melalui kontak fisik yang intim atau berkepanjangan, termasuk kontak seksual, risiko bagi masyarakat umum saat ini tergolong rendah,” kata CDA dalam pernyataan resminya.

Pria berusia 30 tahun belum melakukan perjalanan internasional baru-baru ini. Ia mulai merasakan gejala pada 25 Maret 2026 dan mengunjungi rumah sakit pada 30 Maret 2026. Hasil tes menunjukkan infeksi clade 1b pada 31 Maret 2026. Setelah dipulangkan, ia menjalani isolasi mandiri di rumah hingga 20 April 2026 sambil menunggu evaluasi medis lebih lanjut.

Pria berusia 34 tahun, yang baru saja bepergian, memiliki kontak fisik berkepanjangan dengan pria pertama. Ia mulai mengalami gejala pada 26 Maret 2026 dan mencari perawatan medis pada 31 Maret 2026. Infeksinya dikonfirmasi pada 1 April 2026. Ia menjalani isolasi mandiri hingga 21 April 2026.

“Penyelidikan dan pelacakan kontak masih berlangsung untuk kedua kasus tersebut,” beber CDA. “Kontak erat mereka telah disarankan untuk memantau kondisi kesehatan dan mencari perawatan medis jika merasa tidak sehat. Kontak berisiko tinggi akan direkomendasikan untuk menerima vaksin mpox sebagai pencegahan setelah paparan.”

Varian clade 1b pertama kali muncul pada September 2023 dan awalnya terdeteksi di kalangan pekerja seks di Republik Demokratik Kongo. Varian ini menyebabkan lonjakan kasus di negara-negara Afrika pada 2024. Sejak itu, kasus mpox telah tersebar ke beberapa negara, termasuk Singapura.

Data CDA menunjukkan ada tujuh kasus mpox tahun ini hingga 21 Maret 2026. Selama tahun 2025, tercatat 23 kasus. Gejala umum mpox meliputi ruam, demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Komplikasi serius atau kematian dapat terjadi pada individu yang rentan secara medis.

“Mpox terutama ditularkan melalui kontak fisik yang intim atau berkepanjangan, termasuk kontak seksual. Oleh karena itu, vaksinasi massal tidak direkomendasikan,” kata CDA. Badan tersebut menambahkan bahwa vaksin mpox tersedia bagi kelompok berisiko tinggi di beberapa klinik, dan akan tersedia di National Centre for Infectious Diseases mulai Mei 2026.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan melindungi diri dari mpox dengan menghindari aktivitas seksual berisiko tinggi, seperti hubungan seksual kasual atau memiliki banyak pasangan seksual,” kata CDA. “Selain itu, pelancong ke negara yang terdampak mpox disarankan menjaga kebersihan tangan, mengurangi kontak fisik dengan orang yang sedang sakit, dan menghindari konsumsi daging hewan liar.”

Kasus ini menegaskan bahwa meski penularan lokal masih terbatas, langkah pencegahan dan pemantauan tetap penting. Vaksinasi bagi kelompok berisiko tinggi dan edukasi tentang perilaku seksual aman menjadi kunci dalam mengendalikan penyebaran mpox di Singapura.

MpoxSingapuraVarian clade 1bKontak seksualIsolasi mandiriVaksin mpoxNational Centre for Infectious Diseases

Komentar

Memuat komentar...