Siswa MAN 1 Medan: Ihsan Memanjat Tiang Bendera Saat Upacara
Gambar atau konten salah?
01 Juni 2026, di MAN 1 Medan, upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila berlangsung di depan gedung sekolah. Saat prosesi pengibaran bendera merah putih dimulai, tali pengikat bendera terlepas dari tiang. Siswa bernama Ihsan langsung memanjat tiang untuk menyelamatkan bendera.
“Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal mengatakan, kejadian berawal saat prosesi pengibaran bendera merah putih akan dilaksanakan. Namun, tempat menyangkutkan tali untuk mengibarkan bendera terlepas.”
“Saat itu bendera sudah dibentangkan, tapi pengaitnya itu kan terlepas ke atas, tertarik ke atas. Dan di situlah inisiatif anak kita Ihsan untuk menyelamatkan pelaksanaan bendera itu dia memanjat,” ujar Reza.
Reza menjelaskan bahwa Ihsan awalnya ragu untuk keluar dari barisan. “Awalnya, kata Reza, Ihsan sempat ragu-ragu untuk keluar dari barisan. Namun ia telah membuka sepatu dan kaos kaki untuk bersiap memanjat.”
“Karena dia (Ihsan) peserta upacara saat itu. Jadi dia memanjat dengan inisiatifnya sendiri. Tapi kami guru-guru berada di bawah untuk agar proses tersebut bisa aman. Alhamdulillah dia bisa sampai ujung tiang bendera,” katanya.
Reza menambahkan bahwa pihak sekolah sempat meminta beberapa pegawai untuk memanjat tiang. “Menurut Reza, pihaknya sempat meminta beberapa pegawai untuk memanjat tiang. Namun lantaran beberapa hal, banyak yang tidak bisa.”
“Ya, refleks Ihsannya sendiri. Dan dia di barisan sudah lepas sepatu. Namanya anak-anak sungkan juga kan awal-awalnya kan. Karena saya juga sudah perintahkan juga pegawai untuk manjat. Tapi karena pegawai ini kan mungkin karena sudah berat badan kemudian sudah usia. Masih lambat lah agak lama lah prosesnya,” jelas Reza.
Reza mengaku bersama beberapa guru sempat cemas saat Ihsan memanjat tiang. “Reza mengaku dirinya bersama beberapa orang guru sempat cemas saat Ihsan memanjat tiang. Beberapa siswa yang menjadi peserta upacara juga ikut berdoa agar Ihsan tidak terjatuh saat memanjat.”
“Tapi kami cemas loh sebenarnya karena kan bahaya. Tapi kami guru-guru ada sekitar 7-8 orang sudah berada di bawah tiang bendera tersebut. Dan yang lain ya berdoa lah. Ada yang teriak Allahu Akbar. Ada yang teriak Merdeka. Ada yang teriak Alhamdulillah. Gitu-gitulah,” katanya.
Reza juga menyatakan bahwa pihak sekolah telah menghubungi orangtua Ihsan agar tidak salah sangka terkait kejadian ini. “Reza mengaku pihaknya telah menghubungi orangtua Ihsan agar tidak salah sangka terkait kejadian ini.”
“Harapannya semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dan kami dari pihak sekolah juga ke depan memastikan agar panitia upacara mempersiapkan tiang bendera dengan sebaik mungkin sehingga kejadian ini tidak terulang lagi,” tutupnya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya persiapan teknis dalam upacara sekolah. Siswa yang berinisiatif dapat menyelamatkan situasi, namun juga menegaskan perlunya pengawasan dan koordinasi yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
