Slover Ceritakan Cara Pendidikan Luar Negeri Mengubah Karier
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Menempuh pendidikan di luar negeri tidak hanya soal mendapatkan ijazah atau menguasai keterampilan baru. Pengalaman belajar di lingkungan yang berbeda juga dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, bahkan mengubah arah perjalanan karier seseorang.
Pesan tersebut disampaikan oleh John Slover, Staf Diplomasi Publik Kedutaan Besar Amerika Serikat, dalam program MyAmerica MyStory yang digelar di MyAmerica Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada 12 Juni 2026.
Menurut Slover, setiap orang memiliki pengalaman dan perjalanan pendidikan yang berbeda. Karena itu, kesempatan yang muncul dari proses belajar pun tidak selalu sama. “Pendidikan menyediakan kesempatan. Tapi karena pengalaman setiap orang berbeda, kesempatan juga berbeda. Jalan juga berbeda,” kata Slover.
Ia kemudian membagikan kisah pribadinya sebagai contoh bagaimana pendidikan dapat mengubah arah hidup seseorang. Ia mengaku awalnya menempuh pendidikan di New York University (NYU) dengan status sebagai musisi. Namun, pengalaman selama kuliah justru membawanya ke profesi yang berbeda. “Untuk saya, saya pergi ke New York University sebagai musisi. Sesudah belajar di New York, saya semakin masuk sampai tujuan menjadi diplomat,” ujarnya.
Menurut Slover, nilai pendidikan tidak hanya terletak pada kemampuan teknis atau keterampilan yang diperoleh selama masa studi. Pendidikan juga menjadi sarana penting untuk membentuk karakter dan kepribadian, memperluas wawasan, serta mengembangkan cara pandang terhadap dunia. “Setiap perjalanan itu unik, tetapi pendidikan tidak hanya memberi keterampilan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan juga berperan dalam mengembangkan kepribadian dan perspektif seseorang terhadap dunia. “Ada banyak yang fokus pada keterampilan yang datang dari pendidikan, tetapi juga tidak hanya memajukan keterampilan, melainkan memajukan kepribadian dan sudut pandang,” lanjutnya.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan yang berbeda memungkinkan seseorang memahami berbagai budaya dan sudut pandang yang tidak ditemukan di tempat asalnya. Interaksi dengan beragam latar belakang tersebut pada akhirnya membantu seseorang mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik. “Karena kita semakin bisa melihat dan mengerti budaya dan sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang diri sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan pengalaman tersebut dapat membantu seseorang memahami posisi, peran, serta kontribusinya dalam masyarakat global. “Kita semakin mengerti diri sendiri dan semakin mengerti prasangka diri, dan semakin tahu tempat diri di dunia apa,” kata Slover.
Pesan Slover menegaskan bahwa pendidikan di luar negeri bukan sekadar tentang ilmu, melainkan juga tentang perjalanan pribadi yang membuka mata dan hati. Dengan belajar di tempat baru, individu dapat menemukan jalur karier yang tak terduga, memperkaya karakter, dan menempatkan diri dalam konteks global yang lebih luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
AI Tak Selamatkan Kesenjangan Digital, Penelitian Triastuti
UGM Umumkan 4.480 Mahasiswa Baru, 44.972 Peserta UM CBT
SMA Santa Ursula Jakarta Juara Video Your World 2026
Chandra Asri dan UNTIRTA Luncurkan Program Jejak Asri
71 Tahun, Yulfiati Ardini Wisuda Universitas Mercubaktijaya
Tracer Study UB 2024: 31% Lulusan Bekerja Rp5–10 Juta
Berita Terbaru
Slover Ceritakan Cara Pendidikan Luar Negeri Mengubah Karier
Tanggul Lapindo Sidoarjo Kritis, DPRD Minta Tindakan Cepat
QJMOTOR Tawarkan Liburan China Langsung bagi Pembeli Motor
Skotlandia Hadapi Brasil di Piala 2026: Andy Robertson Siap
Haji Bolot Dirawat UGD, Kondisi Membaik di RS Fatmawati
Video Debus SPPG di Brebes Viral, Edit Menyebabkan Kontroversi
Makassar Sambut 1 Muharram 1448 H: Pawai dan Poster
Serangan Jantung Malam: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan
Messi Tiba di Origin KC: Hotel Jadi Sorotan Piala Dunia 2026
Alisson Pujikan Dampak Ancelotti: Brasil Fokus, Ketenangan