SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba LCC Ulang, Dukung Sambas

Dwi H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba LCC Ulang, Dukung Sambas

Gambar atau konten salah?

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengumumkan akan mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Namun, SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut dalam pelaksanaan lomba ulang tersebut.

Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, @smansaptk.informasi, memuat pernyataan berikut: “SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI.”

Keputusan ini diambil karena SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang sudah ditetapkan dan ingin memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas, yang mewakili Kalimantan Barat di ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.

Berikut adalah pernyataan sikap lengkap SMAN 1 Pontianak, yang dibagi menjadi delapan poin:

  1. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari upaya memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
  2. SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak.
  3. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah tersebut bukan upaya menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
  4. Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak bermaksud menganulir hasil lomba, melainkan hanya ingin memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
  5. SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas.
  6. SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang.
  7. SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, dan mengajak semua pihak menyelesaikan masalah ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
  8. SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.

Perlu dicatat bahwa SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa keputusan mereka bukan untuk menolak hasil lomba, melainkan untuk meminta klarifikasi atas beberapa poin yang dipersoalkan. Mereka juga menegaskan bahwa mereka menghormati keputusan akhir dan akan tetap mendukung SMAN 1 Sambas di tingkat nasional.

Keputusan MPR untuk mengulang final LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat disebabkan oleh kontroversi penilaian pada final sebelumnya. Final tersebut digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Pada acara tersebut, juri memberikan nilai berbeda untuk jawaban dua peserta meski substansinya sama. Banyak pengguna media sosial menyoroti istilah “artikulasi” yang digunakan juri untuk membedakan nilai peserta.

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, memohon maaf atas insiden tersebut dan menyatakan akan melakukan evaluasi. Pemandu acara dan dua juri yang juga pejabat MPR dinonaktifkan. Panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI menegaskan bahwa Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini telah dinonaktifkan.

Di tengah kontroversi, siswi SMAN 1 Pontianak yang berpartisipasi di LCC, Josepha Alexandra, menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat. Dengan panggilan Ocha, dia mengatakan bahwa dukungan tersebut memotivasi dia menjadi lebih semangat dan berkembang. Ocha juga ditawari beasiswa kuliah di China oleh Ketua Komisi II DPR M Rifqinizamy Karsayuda, yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak.

Menanggapi keputusan MPR, SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut dalam pelaksanaan lomba ulang. Mereka menekankan pentingnya transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam setiap mekanisme lomba. Dengan demikian, SMAN 1 Pontianak tetap menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses kompetisi.

Keputusan MPR untuk mengulang final LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat akan diawasi oleh pimpinan MPR dan juri independen. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses penilaian berjalan adil dan tidak menimbulkan kontroversi lagi.

Secara keseluruhan, situasi ini menyoroti pentingnya transparansi dan kejelasan dalam kompetisi tingkat nasional. SMAN 1 Pontianak memilih untuk tidak terlibat dalam lomba ulang demi menjaga integritas dan mendukung rekan sekelasnya di tingkat nasional.

MPRLomba Cerdas CermatSMAN 1 PontianakSMAN 1 SambasKlarifikasiTransparansiKontroversi Penilaian

Komentar

Memuat komentar...