SMCB Capai Pendapatan Rp10,7 Triliun, Fokus Efisiensi 2025

Fajar H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
SMCB Capai Pendapatan Rp10,7 Triliun, Fokus Efisiensi 2025

Gambar atau konten salah?

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 10,7 triliun pada tahun 2025. Beban pokok pendapatan berada di Rp 8,32 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp 1,87 triliun dan laba periode berjalan sebesar Rp 659 miliar.

Industri semen di Indonesia tetap menghadapi tekanan. Menurut data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) sepanjang tahun 2025, volume produksi semen nasional turun sekitar 4,5 %, dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Penjualan semen domestik juga menurun 1,5 %. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat, curah hujan tinggi yang menunda aktivitas konstruksi, dan perlambatan proyek infrastruktur. Selain itu, kelebihan kapasitas produksi membuat persaingan di pasar domestik semakin ketat.

Dalam pernyataannya pada 31 Maret 2026, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen transformasi. Ia menyoroti sinergi dengan SIG sebagai induk usaha untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri.

“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area‑area dengan marjin tinggi. Strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan,” ungkap Rizki Kresno. Ia menambahkan bahwa program efisiensi yang dijalankan secara disiplin menurunkan beban keuangan sebesar 34,8 % dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman menunjukkan ketahanan perusahaan dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas.

Rizki menegaskan optimisme SMCB dalam menjaga momentum pertumbuhan melalui inisiatif strategis dan inovasi. Salah satu langkah strategis adalah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation. “Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang menantang. Dengan fokus pada efisiensi operasional, penguatan merek, dan ekspansi ke pasar ekspor, perusahaan menunjukkan strategi yang terukur untuk mempertahankan posisi kompetitif di industri semen nasional.

PT Solusi Bangun Indonesiaindustri semen Indonesiaekspor semenefisiensi operasionalSIGTaiheiyo Cementtekanan industri

Komentar

Memuat komentar...