SNBT 2026: Pendaftaran Baru, Lokasi Ujian Otomatis
Gambar atau konten salah?
SNBT 2026 sudah dimulai, dan peserta dapat mendaftar sejak 25 Maret 2026. Namun, ada kebijakan baru mengenai pendaftaran dan pemilihan lokasi ujian.
Di masa lalu, peserta bebas menentukan lokasi UTBK yang diinginkan. Panitia biasanya menyarankan memilih tempat yang dekat dengan domisili. Tahun ini, pilihan wilayah saja diizinkan, sedangkan sistem otomatis menentukan pusat ujian.
Panitia UTBK 2026 menegaskan langkah ini sebagai upaya preventif untuk meminimalisir kecurangan. Kebijakan ini didasarkan pada pengalaman pelaksanaan UTBK di tahun-tahun sebelumnya.
Dengan demikian, peserta hanya diperbolehkan memilih provinsi atau kota. Sistem akan memilih PTN yang menjadi pusat UTBK sesuai wilayah tersebut.
Karena pentingnya mengetahui lokasi pusat ujian, peserta dapat memeriksa daftar pusat UTBK 2026 secara mandiri.
Menurut laman resmi snpmb.id, terdapat 74 pusat UTBK 2026 tersebar di seluruh Indonesia. Berikut cara cek daftar pusat tersebut:
- Kunjungi laman resmi SNPMB di https://snpmb.id.
- Di pojok kiri atas, klik ikon tiga garis lalu pilih UTBK SNBT.
- Di submenu, pilih Pusat UTBK.
- Daftar lengkap akan muncul, lengkap dengan nama, kode, alamat, telepon, dan email.
Walaupun peserta tidak dapat memilih PTN tertentu secara manual, sistem tetap akan memprioritaskan lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili selama kuota masih tersedia.
Dengan informasi ini, peserta dapat merencanakan perjalanan dan persiapan ujian lebih baik. Sistem yang otomatis menyesuaikan lokasi membantu menjaga integritas ujian dan memudahkan peserta yang tidak ingin repot memilih tempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
