Sopir Pikap Banyuwangi Ditangkap Buang Sampah di TNBB
Gambar atau konten salah?
Pada 28 April 2026, seorang sopir pikap asal Banyuwangi ditangkap saat membuang sampah di Taman Nasional Bali Barat.
Mujiono, 50 tahun, dan Trio Saputra, 20 tahun, sedang mengangkut buah pepaya ketika mereka terdeteksi.
Kejaian terjadi di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Saat petugas gabungan mulai membersihkan area pada pukul 09.00 Wita, mereka melihat oknum sopir dan kernetnya membuang sampah.
"Saat personel gabungan melaksanakan pembersihan sampah sekitar pukul 09.00 Wita, kedapatan oknum sopir pikap dan kernetnya membuang sampah di kawasan tersebut," ungkap Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikuauma.
Petugas menghentikan kendaraan dan menggiring kedua pria tersebut ke kantor TNBB.
Di kantor, mereka diberikan pembinaan tegas. Petugas menegaskan bahwa pelaku harus melakukan aksi kebersihan di area tersebut dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Petugas gabungan terdiri dari Batalyo Infanteri (Yonif) TP 928/Brata Sena Yudha (BYS) dan Satgas Sampah Kelurahan Gilimanuk.
"Sebagai efek jera, petugas memberikan sanksi sosial berupa melakukan aksi kebersihan di area tersebut serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi," ujar Tony.
Lurah menegaskan pentingnya menjaga kebersihan bagi para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan logistik yang melewati kawasan hutan lindung.
"Kawasan TNBB merupakan zona konservasi yang harus dijaga kelestariannya. Petugas tidak akan segan menindak siapa pun yang kedapatan mengotori kawasan tersebut, baik melalui sanksi sosial maupun aturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Tony.
Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
