SPBU Australia Kekurangan BBM, 608 Titik Kosong perhari

Wulan M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
SPBU Australia Kekurangan BBM, 608 Titik Kosong perhari

Gambar atau konten salah?

Jumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Australia yang tidak memiliki stok BBM terus bertambah setiap hari. Dalam 24 jam terakhir, jumlah titik yang kosong naik hampir 150 titik.

Menurut data yang dikumpulkan oleh kementerian terkait, pada Kamis, 26 Maret 2023, ada 608 SPBU yang tidak dapat menyediakan solar maupun bensin tanpa timbal. Sebelumnya, pada hari sebelumnya, pemerintah mencatat 470 titik kosong.

Chris Bowen, Menteri Energi Australia, menyatakan secara langsung bahwa 608 SPBU tersebut benar-benar kehabisan BBM. Ia menegaskan bahwa negara ini memiliki 7.798 SPBU tersebar di berbagai lokasi.

“Ada kekurangan (BBM) nyata, terutama di daerah regional, yang perlu ditangani,” ujar Chris Bowen, dikutip Jumat, 27 Maret 2023. “Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat drastis dan kami melihat pemasok, bukan tanpa alasan dan bahkan secara sah dan legal, memastikan bahwa mereka memasok bensin kepada orang-orang yang telah memesan sebelumnya, yaitu, orang-orang yang terikat kontrak,” tambahnya.

Dengan jumlah tersebut, Bowen menilai bahwa hampir 8 % SPBU di Australia saat ini benar-benar tidak memiliki BBM.

Data menunjukkan bahwa New South Wales (NSW) menjadi daerah dengan penurunan layanan paling parah. Di wilayah tersebut, 314 SPBU ditutup. Australia Barat juga mengalami situasi serupa, meskipun dalam skala yang sedikit lebih kecil.

Perdana Menteri Anthony Albanese telah mengumumkan rencana menggelar rapat darurat dengan para pemimpin negara bagian dan teritori. Rapat tersebut akan diadakan pekan depan dan bertujuan memperkuat koordinasi nasional di tengah tekanan krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

“Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional,” kata Albanese di gedung parlemen, Kamis, 26 Maret 2023.

Krisis ini muncul bersamaan dengan lonjakan harga minyak global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur penting dalam distribusi minyak dunia. Dampaknya, biaya energi naik dan mulai mengganggu berbagai sektor industri serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang.

Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh lonjakan permintaan, bukan semata-mata kekurangan pasokan. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik. Beberapa langkah yang sedang dipertimbangkan antara lain penjatahan, pengurangan pajak bahan bakar, dan penggratisan transportasi umum, khususnya yang menggunakan tenaga non-BBM.

Secara keseluruhan, situasi ini menandai tantangan besar bagi infrastruktur energi Australia. Penurunan jumlah SPBU yang beroperasi menambah tekanan pada konsumen, sementara upaya koordinasi nasional diharapkan dapat menstabilkan pasokan BBM di masa mendatang.

SPBU kosongBBM kekuranganAustraliaChris BowenAnthony AlbaneseNew South WalesSelat Hormuz

Komentar

Memuat komentar...