Sterilisasi 100 Kucing Lokal Gratis di Surabaya, 30 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, Pemerintah Kota Surabaya menggelar bakti sosial sterilisasi kucing gratis sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan mendapat sambutan hangat dari warga. Tujuannya jelas: menekan populasi kucing liar yang terus bertambah di kawasan permukiman.
Menurut Ketua DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, program ini difokuskan pada kucing lokal karena populasi mereka berkembang cukup pesat dan sering kali tidak terkendali. “Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemilik hewan peliharaan agar lebih bertanggung jawab terhadap kucing yang dipeliharanya. Di sisi lain, sterilisasi juga menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan pertumbuhan populasi kucing liar di Surabaya,” kata Nanik di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jalan Ikan Dorang Surabaya, Sabtu (30/5/2026).
Program sterilisasi ini menampung 100 ekor kucing lokal yang terdiri atas 70 kucing jantan dan 30 kucing betina. Karena minat masyarakat sangat tinggi, pendaftar melebihi kuota yang tersedia. Oleh karena itu, DKPP melakukan seleksi administrasi dan penyaringan awal untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti layanan gratis. Peserta harus merupakan warga Surabaya yang dapat menunjukkan kepemilikan KTP Surabaya.
Seluruh kucing yang mengikuti program wajib dalam kondisi sehat dan berusia minimal enam bulan. Sebelum menjalani tindakan sterilisasi, hewan-hewan tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan. “Kalau saat pemeriksaan kesehatan ditemukan kondisi yang belum memungkinkan untuk dilakukan tindakan, maka sterilisasi akan ditunda demi keselamatan hewan. Kuota yang kosong bisa dialihkan kepada peserta lain yang memenuhi persyaratan,” jelas Nanik.
Untuk mendukung pelaksanaan sterilisasi, DKPP menempuh 28 dokter hewan yang berasal dari berbagai institusi. “Untuk mendukung pelaksanaan sterilisasi kucing lokal ini, kami menerjunkan sebanyak 28 dokter hewan yang berasal dari berbagai institusi agar seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar kesehatan hewan,” imbuhnya.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Salah satunya, Vanda, warga Kelurahan Semolowaru, mengapresiasi penyelenggaraan program sterilisasi gratis tersebut. Ia mengaku mendaftarkan seekor kucing lokal yang sering berada di sekitar rumahnya karena menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan hewan. “Saya sangat mengapresiasi program ini karena membantu mengendalikan populasi kucing sekaligus menjaga kesehatan hewan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan dan kuotanya diperbanyak karena peminatnya sangat banyak,” ujar Vanda.
Vanda menilai sterilisasi dapat membuat kucing lebih sehat dan mengurangi risiko perkembangbiakan yang tidak terkendali. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hewan, tetapi juga masyarakat karena lingkungan menjadi lebih nyaman dan jumlah anak kucing terlantar dapat ditekan. “Sterilisasi memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan hewan. Kucing yang telah disteril cenderung lebih sehat karena tidak terus-menerus mengalami siklus reproduksi,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Faiq, warga Kelurahan Ngagel Rejo. Ia menyebut program sterilisasi gratis menjadi solusi bagi para pencinta hewan yang ingin merawat kucing dengan baik namun terkendala biaya. “Ke depan semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Surabaya,” kata Faiq. Faiq yang telah memelihara kucing selama sekitar empat tahun itu mendaftarkan dua ekor kucing jantan. Namun, hanya satu ekor yang lolos pemeriksaan kesehatan dan dapat menjalani sterilisasi, sedangkan satu ekor lainnya harus ditunda karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan. Ia menambahkan, program seperti ini tidak hanya membantu pemilik hewan peliharaan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mengendalikan populasi kucing agar lebih sehat dan terawat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, yakni Yayasan Seribu Senyum, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur I, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, yang berkolaborasi bersama DKPP Surabaya dalam pelaksanaan kegiatan. “Sterilisasi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan hewan peliharaan. Selain membantu mengendalikan reproduksi, tindakan ini juga dapat menurunkan risiko penyakit pada sistem reproduksi serta mencegah perkembangbiakan yang tidak terkendali,” pungkasnya.
Dengan melibatkan 28 dokter hewan dan dukungan berbagai institusi, kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah Surabaya dalam menjaga kesejahteraan hewan sekaligus mengendalikan populasi kucing liar. Kegiatan ini menjadi contoh sederhana bagaimana upaya kolaboratif dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan hewan, kenyamanan lingkungan, dan tanggung jawab pemilik hewan peliharaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
