Stok Beras 5,3 Juta Ton: Pencapaian Tertinggi, FAO Penghargaan

Rizki W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Stok Beras 5,3 Juta Ton: Pencapaian Tertinggi, FAO Penghargaan

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa cadangan beras di Indonesia sangat melimpah. Ia menyoroti bahwa stok beras Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton.

Di Gudang Bulog Pergudangan Bumi Maspion Romokalosari Gresik, pada hari Rabu, 13 Mei 2026, Amran mengucapkan, “Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton,” sambil menunjukkan grafik pertumbuhan stok.

Ia menambahkan bahwa cadangan beras ini merupakan yang paling banyak sejak kemerdekaan Republik. “Dan ini adalah (cadangan beras) tertinggi selama Republik ini merdeka. Kemudian juga, kita lihat sekarang kesejahteraan petani meningkat tertinggi selama NTP-nya tertinggi selama 33 tahun, itu sesuai BPS,” jelasnya.

Amran juga membahas kontribusi sektor pertanian terhadap PDB. Ia menyatakan, “Kemudian juga PDB sektor pertanian pada saat pemerintahan Bapak Prabowo serah terima itu 0,67 persen sektor pertanian. Sekarang itu naik 5,7 persen tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah 5,7 persen, ini sangat tinggi. Jadi kita mengukur kesejahteraan, mengukur stok itu berdasarkan data bukan rasa menggunakan rasio,” tambahnya.

Untuk mendukung klaimnya, Amran mengutip data produksi beras. Ia berkata, “Data ini adalah data dari BPS produksi kita yaitu 34,6 juta ton. Juga ini diaminkan oleh FAO. Ini 36 juta ton. Juga dari Amerika Serikat, United States Department of Agriculture mengatakan 34,6 juta. Jadi tiga data data dunia dari dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34 juta ton dan itu terus-terus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian,” bebernya.

Ia menekankan pentingnya data tersebut. “Data ini adalah data dari BPS produksi kita yaitu 34,6 juta ton. Juga ini diaminkan oleh FAO. Ini 36 juta ton. Juga dari Amerika Serikat, United States Department of Agriculture mengatakan 34,6 juta. Jadi tiga data data dunia dari dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34 juta ton dan itu terus-terus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian,” bebernya.

Amran menambahkan bahwa kepercayaan pada data tersebut harus kuat. Ia menyatakan, “Nah, ini kita mungkin harus percaya. Kenapa? Putra terbaik sektor pertanian di dunia ada di FAO, ada di Amerika, ada di pertanian dengan lembaganya itu mengatakan produksi kita 34,6 juta ton. Ini acuan kita itu. Jadi, hari ini juga data empiris di lapangan kita buktikan Bulog ini dulu tertinggi stoknya 2,6 juta ton tahun 1984 saat Bapak Presiden Pak Suharto mendapatkan penghargaan dari FAO pada saat itu,” terangnya.

Ia menutup dengan pencapaian terbaru. “Sekarang di era Bapak Prabowo kita mencapai puncaknya 5,3 juta ton dan penghargaan dari FAO dua kali kita terima berturut-turut. Sudah dua penghargaan tertinggi dari FAO kita terima. Jadi inilah capaian pemerintah dalam waktu 1 tahun lebih dan itu sudah diumumkan oleh Bapak Presiden,” tandasnya.

Dengan data produksi beras yang konsisten antara BPS, FAO, dan USDA, Menteri Pertanian menegaskan bahwa stok beras Indonesia berada pada posisi yang kuat. Ia menyoroti peningkatan kesejahteraan petani dan kontribusi sektor pertanian terhadap PDB sebagai indikator kemajuan ekonomi agraria.

Data ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil meningkatkan cadangan beras secara signifikan dalam satu tahun, sekaligus memperoleh pengakuan internasional dari FAO. Hal ini menandai kemajuan penting bagi keamanan pangan nasional dan stabilitas ekonomi sektor pertanian.

Cadangan BerasBulogBPSFAOPDBKesejahteraan PetaniProduksi Beras

Komentar

Memuat komentar...