Stres & Kecemasan: Gangguan Pencernaan Saat Presentasi
Gambar atau konten salah?
Stres dan kecemasan tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga dapat memicu gangguan fisik seperti diare. Hal ini sering terjadi ketika seseorang menghadapi situasi menegangkan, misalnya saat wawancara kerja, presentasi, atau tampil di depan banyak orang.
Karin, seorang mahasiswa, mengaku sering mengalami gejala fisik ketika gugup sebelum tampil di depan umum. “Sebelum tampil apalagi kalau nama sudah terpanggil, rasanya campur aduk. Pikiran ke mana-mana, perut langsung terasa muter, sampai keringat dingin,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Psikolog klinis Sairah menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang umum terjadi dan berkaitan dengan faktor psikologis. “Fenomena ini cukup sering terjadi. Artinya, faktor psikologis itu memang bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Tidak selalu diare, tapi reaksinya bisa bermacam-macam, ada yang jadi sering buang air kecil, sakit perut melilit, mual, atau perut terasa tidak nyaman. Setiap orang bisa menunjukkan respon yang berbeda, tergantung bagian tubuh mana yang paling sensitif atau lemah,” ujarnya.
Menurutnya, saat seseorang mengalami kecemasan, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Kortisol merupakan hormon yang dilepaskan tubuh saat menghadapi stres dan berperan membantu tubuh merespons tekanan. Namun, jika kadarnya meningkat, hormon ini juga dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan. “Ketika hormon stres seperti kortisol meningkat, itu bisa mempengaruhi fungsi biologis tubuh. Pada sebagian orang, dampaknya terasa di sistem pencernaan, misalnya gerakan usus menjadi lebih aktif dan sensitif, sehingga memicu gejala seperti diare, mulas, atau mual,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi ini juga berkaitan dengan respon alami tubuh yang dikenal sebagai fight or flight response, yaitu saat tubuh membaca situasi sebagai ancaman. “Dalam kondisi cemas atau tegang, tubuh merespons seolah-olah sedang menghadapi bahaya. Hormon stres meningkat, dan itu berdampak langsung ke fungsi tubuh, termasuk pencernaan. Makanya, misalnya sebelum wawancara atau presentasi, seseorang bisa merasa ingin bolak-balik ke kamar mandi,” katanya.
Untuk mengatasi, Sairah menyebut penanganannya perlu disesuaikan dengan tingkat kecemasan yang dialami. Untuk kondisi ringan, masyarakat bisa melakukan teknik sederhana secara mandiri. “Cara yang paling sederhana bisa dimulai dari relaksasi, seperti latihan pernapasan atau relaksasi progresif. Selain itu, penting juga mengenali pola pemicunya. Misalnya, jika sering muncul sebelum presentasi, maka perlu dilakukan persiapan yang lebih matang, seperti memahami materi dan datang lebih awal agar lebih siap,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup dan mengelola pikiran. “Pola makan dan pola hidup juga berpengaruh. Kemudian, pikiran-pikiran negatif yang memicu kecemasan perlu diidentifikasi dan dikendalikan. Ada teknik seperti *thought stopping* atau latihan berpikir positif yang bisa membantu. Jadi tidak hanya tubuh yang dilatih untuk rileks, tapi juga pola pikirnya,” lanjutnya.
Namun, jika kecemasan yang dirasakan sudah cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, ia menyarankan untuk segera mencari bantuan profesional. “Kalau tingkat kecemasannya sudah sedang hingga tinggi, sebaiknya konsultasi dengan tenaga profesional agar bisa mendapatkan penanganan yang lebih tepat, termasuk terapi psikologis yang sesuai,” tutupnya.
Stres dan kecemasan memang dapat memicu reaksi fisik yang nyata. Memahami mekanisme hormon dan respon tubuh, serta menerapkan teknik relaksasi dan pengelolaan pikiran, dapat membantu mengurangi dampak negatifnya. Bila gejala berlanjut atau mengganggu, mencari bantuan profesional menjadi langkah yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
